Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2025/2026, tokoh muda Surabaya, Achmad Hidayat, mengajak semua pihak memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza kepada para siswa baru di jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat.
Menurut Achmad, pengenalan secara utuh terhadap lagu kebangsaan bukan sekadar soal hafalan, melainkan bagian penting dalam pembentukan karakter dan penanaman semangat nasionalisme sejak dini.
“Lagu Indonesia Raya tiga stanza lebih dari lagu kebangsaan, tetapi juga simbol syukur, optimisme dan harapan bangsa supaya terwujud Indonesia Raya,” kata Achmad, Jumat (11/7/2025).
Ia menegaskan, pengenalan lagu Indonesia Raya tiga stanza memiliki dasar hukum yang kuat. Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam undang-undang tersebut, lagu Indonesia Raya dinyatakan terdiri atas tiga stanza, yang dapat dijadikan materi penting dalam pendidikan karakter.
“Selain itu juga diperkuat dengan himbauan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 21042/MPK/PR/2017 untuk penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar dan menengah,” tutur mantan aktivis GMNI ini.
Achmad juga menekankan bahwa Surabaya sebagai Kota Pahlawan memiliki tanggung jawab moral lebih besar dalam menyebarkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan kepada generasi muda. Ia menyoroti peran historis kota ini, baik sebagai tempat kelahiran Proklamator Bung Karno maupun sebagai lokasi pusara komponis lagu kebangsaan, Wage Rudolf Soepratman.
“Kota Pahlawan harus menjadi cahaya penerang bagi pembangunan ke depan. Di Surabaya juga terdapat pusara WR Soepratman yang diresmikan pemugarannya oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri pada 18 Mei 2003,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Achmad menilai bahwa lirik tiga stanza dari lagu Indonesia Raya memiliki kekuatan emosional dalam menggugah rasa persatuan dan kebhinnekaan bangsa. Oleh karena itu, ia mendorong agar pengenalan lagu ini tidak hanya dilakukan secara simbolik, tetapi dijalankan aktif dalam setiap sesi MPLS di semua sekolah, khususnya di Surabaya.
“Jika dicermati kata per kata, Lagu Indonesia Raya tiga stanza menggugah semangat nasionalisme dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Tak berhenti di lingkungan sekolah, Achmad juga mengusulkan agar lagu ini mulai dibiasakan dalam berbagai kegiatan resmi Pemerintah Kota, kegiatan kampus, maupun kegiatan instansi lainnya. Menurutnya, semangat nasionalisme perlu terus dirawat seiring pembangunan fisik yang terus berjalan.
“Semoga Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono juga mendukung, karena pembangunan infrastruktur kota yang memadai harus dibarengi dengan upaya menggugah semangat kebangsaan warganya,” pungkasnya. [asg/suf]






