Blitar (beritajatim.com) – Prestasi kontingen Kabupaten Blitar di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) 2025 ini jeblok. Kabupaten Blitar terdampar di posisi 14 dalam ajang olahraga tingkat regional ini.
Posisi Kabupaten Blitar ini turun jauh dari tahun 2024 lalu yang mampu menempati posisi 8 besar. Kini pada Porprov Jatim 2025 ini, Kabupaten Blitar harus puas menerima kenyataan terdampar di posisi 14.
Di tengah penurunan prestasi tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar tetap berusaha memberikan apresiasi kepada atlet yang berprestasi. KONI Kabupaten Blitar pun akan mengajukan dana Rp1,4 miliar ke pemerintah daerah.
Dana sebesar Rp1,4 miliar itu akan digunakan untuk bonus atlet berprestasi. Mereka yang bisa menyumbangkan emas akan mendapatkan bonus dari KONI Kabupaten Blitar.
“Ini untuk tali asih kepada teman-teman yang telah membawa harum nama Kabupaten Blitar di tingkat provinsi,” ucap Ketua Harian KONI Kabupaten Blitar, Fatotoh Hironi Ulya, Jumat (11/7/2025).
Pada ajang Porprov Jatim 2025 ini Kabupaten Blitar mampu mengantongi 84 medali. Rinciannya 19 emas, 22 perak serta 43 perunggu. Semua itu merupakan hasil kerja keras dari para atlet Kabupaten Blitar yang telah mati-matian berjuang.
“Insya Allah ini akan kita ajukan bonus di PAK,” tegasnya.
Rencananya dana Rp1,4 miliar ini akan diajukan KONI Kabupaten Blitar di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) tahun 2025. Nantinya jika disetujui dana itu akan langsung dibagikan kepada para atlet yang telah menyumbangkan medali untuk Kabupaten Blitar.
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar akan mengevaluasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Evaluasi ini dilakukan usai prestasi kontingen Kabupaten Blitar jeblok di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Jawa Timur (Jatim) 2025.
Rencana evaluasi ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i. Menurut politisi PKB tersebut, Dispora dan KONI harus dievaluasi sebagai pertanggungjawaban atas turunnya prestasi olahraga Kabupaten Blitar di tingkat regional.
“Harus dievaluasi dibandingkan antara prestasi dan anggarannya. Paling tidak harus dievaluasi dengan anggaran besar malah jeblok,” ucap M. Rifai’i, Selasa (8/7/2025).
Prestasi kontingen Kabupaten Blitar sendiri memang mengalami kemerosotan di ajang Porprov Jatim tahun 2025 ini. Kontingen Kabupaten Blitar hanya mampu bertengger di posisi 14, meski anggarannya naik mencapai Rp2,7 miliar.
Kondisi inilah yang disorot oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Blitar itu mempertanyakan bagaimana bisa anggarannya Porprov naik tapi prestasinya justru menurun tajam.
“Iya, Dispora tahu kalau KONI dapat anggaran lebih banyak dari tahun kemarin seharusnya lebih banyak waktu untuk menginformasikan ke Cabang Olahraga (Cabor) sehingga Cabor bisa melakukan pembinaan pada atletnya jauh jauh hari sehingga mau berangkat ganti Ketua pun bukan jadi alasan jebloknya prestasi di Porprov,” bebernya. [owi/beq]






