Surabaya (beritajatim.com) – Komisi VI DPR RI memberikan apresiasi kepada Telkom Indonesia atas kinerjanya dalam menjaga stabilitas keuangan, mempertahankan penguasaan pasar di sektor seluler dan fixed broadband, serta kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara.
Kontribusi Telkom tercatat mencapai Rp 241,5 triliun melalui pembayaran pajak, PNBP, dan dividen, meskipun dihadapkan pada tantangan dinamika makroekonomi.
Dukungan penuh juga diberikan terhadap langkah-langkah transformasi bisnis dan budaya yang sedang dijalankan oleh direksi dan manajemen baru PT Telkom Indonesia (Persero) guna memaksimalkan kinerja bisnis dan kontribusi perusahaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan manajemen baru PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, di Jakarta, Rabu (2/7/2025).
“Ibu Dirut Telkom Dian Siswarini dengan pengalamannya yang luas di sektor swasta membawa suasana positif, tidak hanya bagi jajaran direksi dan karyawan. Seluruh masyarakat Indonesia memiliki harapan besar. Strategi Five Bold Moves, menurut saya, sangat terstruktur dan dapat berjalan dengan baik langkah demi langkah,” jelas Anggia.
Anggia lebih lanjut mengatakan, Komisi VI DPR RI menyambut baik kehadiran Dian Siswarini yang membawa semangat transformasi menyeluruh untuk perusahaan.
“Kami yakin jajaran pimpinan Telkom yang baru dapat membawa visi dan semangat baru untuk menjadikan Telkom sebagai perusahaan digital kelas dunia yang adaptif, kompetitif, dan tetap berpihak kepada kepentingan nasional,” jelasnya.
Reformasi Tata Kelola dan Evaluasi Anak Perusahaan Jadi Prioritas
Dalam penjelasannya, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengungkapkan bahwa manajemen baru Telkom akan fokus pada transformasi bisnis dan reformasi budaya. Penajaman tata kelola untuk menutup celah di seluruh proses dengan memperkuat integritas menjadi salah satu prioritas perubahan budaya perusahaan.
Atas langkah ini, Komisi VI berharap Telkom dapat mempercepat transformasi korporasi, termasuk pengembangan portofolio bisnis non-konektivitas sebagai sumber pertumbuhan baru. Selain itu, akselerasi pembentukan struktur strategic holding diharapkan dapat mewujudkan efisiensi operasional, peningkatan nilai perusahaan, dan daya saing yang berkelanjutan. Reformasi tata kelola juga mencakup pengembangan inovasi produk dan layanan berbasis kebutuhan pelanggan serta perkembangan teknologi digital, serta optimalisasi efisiensi pengelolaan bisnis secara menyeluruh.
Di sisi lain, Dian Siswarini juga menyatakan bahwa Telkom sedang mengevaluasi anak perusahaan atau cucu perusahaan.

“Mana saja yang dalam lima tahun terakhir tidak memberikan kontribusi, dalam masa penurunan, tidak memberikan nilai kepada kami, itu tentu akan mulai untuk di-swap,” ujar Dian Siswarini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Evaluasi terhadap anak dan cucu perusahaan ini merupakan arahan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada Telkom Indonesia. Tujuannya adalah agar perusahaan menjadi lebih ramping, sehingga ke depannya dapat lebih lincah dan menguntungkan dari sisi bisnis.[rea]






