Surabaya (beritajatim.com) — Coohom, platform desain interior berbasis cloud, akan berkolaborasi dengan HOMAG, perusahaan teknologi asal Jerman menawarkan solusi digital terintegrasi di Indowood Expo 2025. Booth kolaboratif akan menampilkan integrasi langsung antara software desain milik Coohom dan sistem produksi dari HOMAG.
“Dengan sistem ini, desain kabinet atau furnitur yang dibuat melalui Coohom dapat otomatis menghasilkan gambar potongan teknis (cutting list) yang langsung kompatibel dengan mesin HOMAG,” ujar Leonard Dwiputra, Country Manager Coohom Indonesia, Senin (30/6/2025).
Leonard menambahkan proses tersebut memungkinkan produsen untuk memangkas tahapan manual yang rumit dan meningkatkan presisi produksi. Solusi ini sangat relevan bagi pelaku industri furnitur, khususnya untuk kebutuhan custom dan produksi massal dengan standar tinggi.
“Kolaborasi ini merupakan komitmen kami dalam menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif di lapangan. Kami, Coohom dan HOMAG ingin memberikan pengalaman baru kepada para produsen dan desainer dalam merancang furnitur yang langsung siap produksi,” katanya.
Leonard menegaskan bahwa pendekatan terintegrasi ini akan membantu pelaku industri, mulai dari sektor UKM hingga pabrikan besar, mempercepat siklus produksi. Selain itu, teknologi ini dapat meminimalkan kesalahan akibat faktor manusia yang kerap terjadi dalam proses manufaktur konvensional.
HOMAG, sebagai mitra kolaborasi, juga menilai langkah ini sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pasar yang semakin menuntut efisiensi dan digitalisasi. Mereka berupaya menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga terjangkau dan mudah diakses oleh pelaku industri di Indonesia.
Partisipasi Coohom dan HOMAG dalam Indowood Expo 2025 bukan sekadar ajang pamer teknologi. Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan transformasi digital di industri furnitur.
“Dengan semakin mudahnya akses terhadap teknologi terintegrasi dan user-friendly, diharapkan transformasi digital di sektor furnitur Indonesia dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan,” tandas Leonard. [asg/but]






