Banyuwangi (beritajatim.com) – Akibat cuqca ekstrem yang terjadi beberapa hari, luapan sungai Badeng di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon Banyuwangi, meningkat hingga menghanyutkan seorang remaja pada, Sabtu (28/6).
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Songgon, AKP Pudji Wahono. Diketahui korban berinisial SH (16) warga Desa Sumberbulu. “Betul, saat ini kita, Basarnas hingga BPBD tengah melakukan penyisiran,” ujarnya.
Kronologi dari hanyutnya SH yang masih duduk di bangku MTS tersebut, terjadi ketika korban yang tengah berboncengan bersama dengan ayahnya AH (36) mengendarai sepeda motor di bantaran sungai Badeng, tepatnya setelah melihat banjir di bawah Dam Sardi.
Nahasnya, dengan debit air yang tinggi, dan arus deras dari sungai Badeng yang berwarna coklat itu, membuat tanah yang dilewati korban bersama ayahnya terkikis atau longsor hingga keduanya beserta kendaraan terperosok jatuh.
Nasib baik masih berpihak kepada ayah korban, dimana dirinya bisa selamat dari kejadian tersebut. Sayangnya, anak dan kendaraan yang ditungganginya jatuh dan hanyut. “Semoga korban segera ditemukan, kita akan terus berupaya yang terbaik bersama Basarnas dan BPBD,” harapnya.
Sebelumnya, SH sempat berpegangan pada akar tanaman sebelum dilaporkan hilang karena hanyut terbawa derasnya sungai badeng. Melihat itu, masyarakat yang berada disekitar lokasi kejadian langsung lari dan hendak mengambil sebuat tali tampar untuk menarik korban.
“Sayangnya menurut keterangan saksi, setelah kembali dari mengambil tali tampar, korban sudah hanyut yang buntuti ayahnya seraya menangis meneriaki anaknya,” pungkas AKP Pudji. [kun]






