Sampang (beritajatim.com) – Selama lima bulan 2025, tercatat ratusan warga telah terinfeksi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). anak-anak balita menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, dari Januari hingga Mei 2025, jumlah kasus DBD mencapai 366 orang.
Angka ini menunjukkan tren kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga kesehatan. “Kami mencatat bahwa sebagian besar penderita adalah anak-anak usia di bawah lima tahun,” terang Esti, staf Surveilans Imunisasi pada Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sampang. Jum’at (27/6/2025).
Esti menjelaskan, balita memang termasuk kelompok dengan sistem imun yang belum sepenuhnya berkembang. Hal ini membuat mereka lebih mudah terinfeksi, terlebih jika lingkungan tempat tinggal kurang bersih dan rawan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
Menghadapi kondisi ini, Dinkes Sampang terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan edukasi. Fasilitas kesehatan diimbau agar lebih aktif menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat, cserta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala-gejala awal DBD. “Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, diharapkan lonjakan kasus ini dapat ditekan sebelum memasuki musim penghujan,” pungkasnya.[sar/kun]






