Surabaya (beritajatim.com) – Menangkap basah suaminya telpon mesra dengan wanita lain, seorang istri di Surabaya langsung dihajar. Tidak tanggung-tanggung, aksi penganiayaan itu membuat korban Sella (28) mengalami luka hampir di sekujur tubuh.
Sella (28) warga Rungkut, mengatakan aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu terjadi pada Kamis (19/06/2025) petang. Saat itu, ia hendak mengantarkan anak pertamanya yang sedang demam ke rumah sang suami berinisial WA (26) di Jalan Dukuh Menanggal.
“Saya sejak Sabtu (14/06/2025) itu di rumah orang tua saya di Rungkut. Saya ke rumah karena kan suami juga kerja di Madura. Saya sering ditinggal. Merasa kesepian di rumah saya pamit untuk pulang ke rumah orang tua saya di Rungkut,” kata Sella, Kamis (26/06/2025).
Saat pulang ke rumah di Jalan Dukuh Menanggal, Sella (28) tidak mengabari si suami terlebih dahulu. Ia tiba-tiba datang dan langsung masuk ke kamar. Saat masuk ke kamar itulah ia mendapati suaminya sedang menelpon perempuan lain sambil tertawa-tawa. Sella pun kaget dan meminta penjelasan kepada suaminya.
“Saya tanya siapa yang ditelpon kok seperti mesra gitu. Saya minta handphonenya. Tapi dia menolak (kasih handphonenya). Saya didorong dan dipukul pakai tangan kosong,” imbuh Sella.
Sella mengaku saat itu terus dipukuli oleh suaminya. Ia lantas meminta pertolongan ke luar rumah. Namun, Sella tetap dipukuli oleh suaminya sampai harus dipisah oleh warga setempat.
Setelah diselesaikan warga, Sella yang dalam kondisi keningnya bengkak dan mengeluarkan darah langsung menuju Polsek Gayungan. Namun, oleh pihak Polsek Gayungan diarahkan untuk membuat laporan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya karena kasus yang dilaporkan merupakan KDRT.
“Saya langsung melapor ke Polrestabes Surabaya. Langsung divisum juga,” tuturnya.
Laporan Sella pun diterima oleh pihak kepolisian dengan nomor registrasi LP/B/619/VI/2025/SellaKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim. Ia mengaku nekat melaporkan suaminya karena kerap mendapat perlakuan serupa selama 4 tahun menikah.
“Sudah sering banget mas (saya di KDRT). Namun, kemarin itu yang paling parah. Makanya saya melapor ke Polisi supaya ada efek jera. Kali ini saya tidak mau memberikan maaf dan berdamai,” tegas Sella.
Sella juga menceritakan pasca laporan ke Polrestabes Surabaya, suaminya tidak pernah meminta maaf. Ia malah menyalahkan dan mengejek upaya Sella untuk mendapatkan keadilan.
“Tidak ada permintaan maaf mas. Malah saya disalah-salahkan. Diejek karena saya Sellaeak up di media sosial,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanti mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari Sella. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan berniat akan memanggil terlapor WA untuk dimintai keterangan.
“Iya laporannya sudah kami terima. Saat ini masih penyelidikan,” ujar Rina. (ang/ted)






