Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya tak hanya dikenal karena permainan atraktif di atas lapangan, tetapi juga karena dukungan penuh dari suporter setianya: Bonek dan Bonita. Militansi dan kekompakan mereka tak hanya menggugah pemain lokal, namun juga mencuri perhatian pemain asing, seperti Gali Freitas, pemain asal Timor Leste.
Pemain berusia 23 tahun ini secara terang-terangan mengungkapkan kekagumannya terhadap atmosfer yang diciptakan para suporter Persebaya. Ia bahkan menyebut klub asal Kota Pahlawan tersebut sebagai tim yang luar biasa, bukan hanya karena permainannya tetapi juga karena dukungan luar biasa dari tribun.
“Persebaya tim yang luar biasa suporternya militant. Top sekali dan memiliki karakter tersendiri,” ungkap mantan pemain PSIS Semarang ini, Rabu (25/6/2025) di Surabaya.
Gali menambahkan bahwa kekompakan Bonek dan Bonita begitu terasa saat dirinya menghadapi Persebaya dalam laga tandang musim 2024/2025 lalu. Saat itu, ia dibuat terkesima oleh penuhnya stadion dan semangat yang tak surut dari awal hingga peluit panjang dibunyikan.
“Saya kan pernah away di sini. Kita lihat supporternya juga kepekaannya luar biasa,” lanjut Gali, mengenang pengalamannya ketika bermain di Stadion Gelora Bung Tomo.
Meski pernah membela PSIS Semarang, Gali tidak membandingkan karakter suporter di kedua kota. Menurutnya, baik Semarang maupun Surabaya memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing.
Loyalitas dan militansi suporter Persebaya memang telah lama menjadi identitas klub. Bahkan, tak sedikit pemain yang kemudian jatuh hati dengan atmosfer sepak bola di Surabaya karena kehadiran Bonek dan Bonita yang tak pernah setengah hati dalam mendukung tim kesayangannya. [way/suf]






