Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Luar Negeri, KBRI Tehran, KBRI Baku, dan KBRI Muscat tengah melakukan evakuasi bagi WNI dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Iran dan Yaman. Selanjutnya, para WNI tersebut akan dipulangkan ke Indonesia secara bertahap. Yakni, pada 24 Juni, 25 Juni, 26 Juni dan 10 Juli 2025.
Mereka yang dipulangkan dari Iran terdiri dari 3 WNI asal Aceh, 1 WNI asal Bali, 5 WNI asal Banten, 4 WNI asal DKI Jakarta, 24 WNI asal Jawa Barat, 9 WNI asal Jawa Tengah, 14 WNI asal Jawa Timur, 1 WNI asal Kalimantan Selatan, 6 WNI asal Kalimantan Timur, 1 WNI asal Lampung, 2 WNI asal Sulawesi Barat, 2 WNI asal Sumatera Selatan, 1 WNI asal Kepulauan Riau, 3 WNI asal Sumatera Utara, 21 lain-lain.
Sedangkan, mereka yang dipulangkan dari Yaman terdiri dari 5 WNI asal Jawa Timur, 1 WNI asal Nusa Tenggara Barat, 5 WNI asal Bali, 1 WNI asal Jawa Tengah, 2 WNI asal Maluku dan 4 WNI asal DKI Jakarta.
“Sehubungan dengan hal itu, mohon perkenan dukungan Instansi terkait untuk sekiranya dapat mendukung proses penanganan ketibaan para WNI evacuee di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten dan pemulangannya ke daerah asalnya masing masing dengan dukungan badan-badan penghubung provinsi yang ada di Jakarta,” kata Plt. Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Judha Nugraha dalam surat yang diperoleh beritajatim.com.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, dari 19 WNI dan PMI asal Jatim, sudah ada enam orang tiba di Kantor Badan Penghubung Daerah Provinsi Jatim di Jalan Pasuruan Jakarta. Mereka terdiri dari empat warga Lamongan, 1 warga Gresik dan 1 warga asal Madura.
Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jatim, Zainal Fanani yang dikonfirmasi beritajatim.com membenarkan, bahwa 6 warga Jatim pada malam ini akan tiba di kantor Badan Penghubung Jatim. “Nantinya setelah warga Jatim pulang semua dan sampai di Jakarta, kami akan memulangkan 19 warga itu ke Kantor Dinsos Jatim. Jadi, tunggu kumpul dulu semuanya sebanyak 19 orang baru dipulangkan ke Jatim. Setelah itu, baru Dinsos Jatim yang akan memulangkan mereka ke daerah asalnya masing-masing,” katanya. [tok/beq]






