Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait membutuhkan ide segar dan terobosan inovatif dari jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk mengatasi persoalan.
“Mohon saya dibantu, sering-sering main ke pendapa, baik dipanggil atau tidak dipanggil. Sering berkoordinasi, sering-sering main ke pendapa, karena diskusi akan memunculkan ide-ide baru untuk kebaikan Jember baru Jember maju,” kata Fawait saat melantik 17 pejabat definitif eselon II di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (19/5/2025).
Fawait ingin para pejabat bekerja keras dan cerdas. “Kalau kita hanya berjalan santai-santai saja, saya tidak yakin kita bisa bangkit. Saya perlu sebuah gerakan yang tidak biasa, sebuah terobosan yang out of the box untuk untuk mengatasi masalah-masalah di Kabupaten Jember,” katanya.
Salah satu yang harus dirumuskan adalah peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), “Karena dengan ada efisiensi dana transfer pusat, maka PAD harus kita genjot. PAD kita selama ini tidak pernah memenuhi target. Ini menjadi PR kita bersama yang harus dirumuskan pada 2026,” kata Fawait.
Kendati butuh terobosan, Fawait ingin birokrat Pemkab Jember bekerja dengan data. “Data kemiskinan ekstrem terutama harus ditentukan dulu dengan baik. Kemudian kebijakan yang diambil harus dilakukan bersama-sama, bukan cuma oleh satu OPD, tapi oleh semua OPD terkait. Bukan cuma oleh eksekutif, nanti juga akan dikawal oleh legislatif,” katanya.
Semua OPD juga diminta bisa menjalin sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat. “Menyelesaikan masalah Jember tidak cukup hanya dengan APBD Jember. Kita perlu bersinergi dengan Pemprov, dengan pemerintah pusat,” kata Fawait.
“Maka saya sampaikan, salah satu yang saya katakan berprestasi ke depan adalah kepala OPD yang bisa bersinergi mendatangkan program sebanyak mungkin dari provinsi maupun pusat ke Jember untuk mengatasi banyak masalah, baik infrastruktur jalan, infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan dan lain sebagainya,” kata Fawait.
Selama seratus hari pertama memimpin Kabupaten Jember, Fawait telah memberikan kesempatan kepada para birokrat untuk bekerja. “Tentu kita perlu bekerja lebih kencang lagi. Makanya kita perlu penyegaran di beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang kami anggap perlu di-push lagi,” katanya.
Pergeseran birokrasi tetap bertujuan untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah utama Pemkab Jember. “Tidak ada waktu untuk terus merayakan. Orang baru harus segera bekerja. Gas pol dan saya kasih waktu,” kata Fawait. Nantinya akan ada evaluasi setiap tiga bulan sekali selama dua kali berturut-turut sesuai peraturan perundang-undangan. [wir]






