Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan capaian signifikan dalam program efisiensi biaya melalui OPTIMUS 2024 dengan total nilai optimasi sebesar USD698,7 juta. Angka ini meningkat sekitar 57 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai USD442,7 juta, menjadikannya pencapaian tertinggi sepanjang sejarah implementasi OPTIMUS sejak tahun 2021.
PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina juga dinobatkan sebagai Subholding terbaik oleh Persero atas kontribusinya yang mencapai 51% dari total capaian nilai optimasi seluruh Subholding Pertamina sebesar USD1,369 miliar.
Direktur Utama PHE, Chalid Said Salim, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang efisien, produktif, serta tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
“Capaian cost optimization melalui program OPTIMUS terus menunjukan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Harapannya ke depan ini terus dapat ditingkatkan, dan menjadikan cost optimization sebagai budaya dalam pengelolaan bisnis di lingkungan Subholding Upstream dengan berlandaskan nilai AKHLAK,” ujar Chalid.
Selama tahun 2024, program OPTIMUS dijalankan melalui inovasi dan efisiensi di berbagai lini operasional, termasuk penghematan biaya, sinergi internal, serta kolaborasi strategis dengan para pemangku kepentingan.
Komisaris PHE, Nanang Untung, turut memberikan apresiasi atas kinerja seluruh Perwira Subholding Upstream yang berhasil membukukan catatan optimasi tertinggi. Ia menyebut 2024 sebagai tahun penuh tantangan, namun keberhasilan mencatatkan hasil terbaik membuktikan kompetensi dan kolaborasi yang solid di tubuh PHE.
“Meski 2024 menjadi tahun yang challenging, namun Perwira Subholding Upstream berhasil membukukan catatan realisasi optimasi tertinggi sepanjang sejarah implementasi OPTIMUS (2021–2024) dan mendapat apresiasi sebagai Subholding terbaik. Semoga prestasi ini dapat terus dilanjutkan,” ujar Nanang.
Menyongsong OPTIMUS 2025, Nanang mendorong seluruh jajaran Subholding Upstream untuk memperkuat upaya pencapaian target. Ia menekankan pentingnya terobosan baru, baik dalam bentuk penambahan revenue maupun inisiatif program yang mendukung Borderless Synergy, New Revenue Stream, Digital Transformation, dan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance). [hen/beq]






