Surabaya (beritajatim.com) – PT PAL Indonesia, perusahaan galangan kapal pelat merah, memperkuat kemampuan pertahanan maritim nasional dengan menggandeng Aselsan, perusahaan teknologi pertahanan asal Turkiye. Kerja sama ini berfokus pada penguatan sistem persenjataan untuk berbagai proyek kapal perang.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini berlangsung di ajang Indo Defence 2025, disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan, bersama Wakil Menteri Pertahanan Turkiye.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat interoperabilitas dan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional dalam menghadapi dinamika keamanan maritim regional.
“Bersama Aselsan, hal ini menjadi bukti konkret relasi antar industri pertahanan global antara Indonesia danTurkiye sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral,” terang Djenod. Sinergi ini juga menunjukkan komitmen kedua negara dalam mengembangkan industri pertahanan yang mandiri dan saling mendukung.
Pada kesempatan yang sama, PT PAL Indonesia juga menerima sertifikat penetapan komponen pendukung pertahanan negara dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, yang diserahkan langsung oleh Wamenhan RI.
“Ini bentuk validasi akan urgensi produk PT PAL dalam sistem pertahanan negara dan PT PAL sebagai Lead Integrator Matra Laut,” tegas Djenod. Sertifikat ini menjadi pengakuan atas peran krusial PT PAL dalam ekosistem pertahanan nasional.
Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan, menyampaikan bahwa penetapan komponen pendukung pertahanan negara merupakan wujud nyata pemanfaatan sumber daya nasional untuk menjaga kedaulatan.
Ia menambahkan, kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu saat ini menuntut pemerintah untuk terus memperkuat sistem pertahanan negara dengan berinovasi dan membangun kemandirian industri pertahanan.
“Dalam konteks pertahanan, memiliki tujuan strategis yaitu mengubah seluruh potensi yang dimiliki bangsa menjadi kekuatan yang siap dimobilisasi,” kata Donny Ermawan.
“Pertahanan negara yang tangguh adalah fondasi utama bagi terciptanya stabilitas nasional sebagai upaya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Wamenhan, menekankan hubungan erat antara keamanan dan kemajuan ekonomi suatu bangsa. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapabilitas militer, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan mempercepat kemandirian pertahanan Indonesia.[rea]






