Surabaya (beritajatim.com) – Perjalanan panjang Permen Jahe Ting-Ting akhirnya mencapai puncak pengakuan nasional setelah meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satu-satunya produksi permen jahe yang bertahan selama 90 tahun. Momen bersejarah ini dirayakan dalam peringatan hari jadi perusahaan di Surabaya, Senin (16/6/2026).
PT Sindu Amritha, produsen Permen Jahe Ting-Ting, merupakan perusahaan keluarga yang berdiri sejak 1935. Perusahaan ini bermula dari usaha rumahan seorang kakek di Pasuruan, Jawa Timur, yang dengan niat tulus ingin memberi kehangatan bagi masyarakat lewat permen jahe. Dari dapur sederhana itu, lahirlah produk legendaris yang kini menjadi bagian dari kehidupan banyak keluarga di Indonesia.
“Merupakan satu prestasi yang sudah mempertahankan keeksisan selama 90 tahun. Bukan kemudahan karena perjuangan, kerja keras, inovasi dan semangat yang terus berkobar,” ujar Dyah Purwaningsih, Direktur Utama PT Sindu Amritha.
Dyah menambahkan, perjalanan panjang perusahaan tidak mungkin terwujud tanpa peran berbagai pihak yang mendukung dari masa ke masa. Dalam perayaan 90 tahun ini, PT Sindu Amritha juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus hadir dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Di 90 tahun ini, PT Sindu Amritha memperkuat dengan sebuah janji dan komitmen bahwa PT Sindu Amritha akan terus hadir memberikan layanan dan produk terbaik, serta menjadi bagian dari setiap langkah kehidupan pelanggan — setia menemani dari waktu ke waktu,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari perayaan tersebut, PT Sindu Amritha juga meluncurkan dua varian baru: Ting-Ting Jahe Seasalt dan Ting-Ting Jahe Lemon. Kedua produk ini menyasar konsumen modern yang lebih sadar akan gaya hidup sehat, tanpa meninggalkan akar tradisi.
“Dengan produk baru ini kami percaya bahwa inovasi dan nilai-nilai tradisional bisa berjalan berdampingan. Peluncuran identitas baru ini menjadi simbol evolusi kami untuk terus relevan dan berdampak positif bagi masyarakat,” jelas Dyah.
Momen bersejarah ini turut dihadiri oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Ia mengapresiasi nilai kekeluargaan dan ketekunan yang menjadi pondasi perusahaan hingga mampu bertahan selama hampir satu abad.
“Saya berpikir mau hidup 90 tahun itu tidak gampang. Apalagi ini perusahaan. Tidak mudah kalau keluarga besar mampu mempertahankan sampai saat ini. Tapi di perusahaan Sindu ini bisa dan ini menarik sebelum nama Indonesia ada. Kekeluargaan antara orang Tionghoa yang bisa diterima,” ujarnya.
Sebagai simbol semangat baru, PT Sindu Amritha juga memperkenalkan maskot resmi bernama “Jaha”. Karakter ini digambarkan sebagai sosok yang energik, sehat, dan bersahabat, merepresentasikan komitmen perusahaan dalam mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan di tengah masyarakat Indonesia.
Perjalanan Permen Jahe Ting-Ting dari dapur rumahan di Pasuruan hingga meraih rekor MURI adalah bukti bahwa produk tradisional Indonesia mampu bertahan dan berkembang jika dijalankan dengan kesungguhan, inovasi, serta nilai kekeluargaan yang kuat. [way/beq]






