Sumenep (beritajatim.com) – Seorang ustad di salah satu pondok pesantren di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, dilaporkan melakukan tindakan pencabulan terhadap puluhan santri. Pelaku yang berinisial SH diduga telah melakukan aksi bejat tersebut dalam kurun waktu tertentu sebelum akhirnya kasus ini terungkap.
“Kasus ini terungkap setelah ada pengakuan dari para santri, korban si oknum ustad ini. Mereka baru berani melapor. Sayangnya setelah kasus ini ramai, pelaku menghilang dari Kangean,” kata kuasa hukum korban, Salamet Riadi, Selasa (10/6/2025).
Menurut Salamet, tim dari Polres Sumenep langsung bergerak cepat begitu mendapatkan laporan dari para korban. Sebanyak enam anggota kepolisian dikirim ke Pulau Kangean untuk melakukan penyelidikan awal dan meminta keterangan dari para saksi.
“Hari ini ada empat korban yang dimintai keterangan di Kangean. Besok akan dilanjutkan lagi memeriksa saksi-saksi lain,” ujarnya.
Kasus ini mendapat perhatian serius mengingat jumlah korban yang diduga mencapai puluhan orang dan terjadi di lingkungan pendidikan agama yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan pembinaan karakter.
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, membenarkan bahwa pelaku sempat melarikan diri usai kasus ini mencuat ke publik. Namun, berkat upaya pengejaran intensif oleh aparat, SH akhirnya berhasil diamankan.
“Alhamdulillah, hari ini pelaku sudah ditangkap di Situbondo. Sekarang diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terangnya.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini dan berencana memeriksa lebih banyak saksi serta mendalami kemungkinan adanya korban lain. Proses hukum terhadap pelaku akan dilanjutkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. [tem/beq]






