Surabaya (beritajatim.com) — Memperingati Hari Laut Sedunia, Komunitas Kawan Ayu bersama puluhan anak muda Surabaya, menggelar aksi tanam 100 bibit mangrove di kawasan konservasi pesisir Wonorejo, Surabaya, Minggu (8/6/2025). Aksi ini menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap pelestarian laut dan ekosistem pesisir yang kian terancam.
Kegiatan ini diikuti oleh relawan dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas lingkungan lokal. Tidak hanya menanam mangrove, mereka juga mengikuti sesi edukasi mengenai peran penting ekosistem mangrove dalam mengurangi dampak abrasi, perubahan iklim, hingga sebagai tempat berkembang biak biota laut.
“Mangrove bukan hanya tentang pohon, tapi tentang harapan untuk masa depan yang lestari. Anak muda punya peran besar dalam menjaga laut sebagai sumber kehidupan kita semua,” ujar founder Kawan Ayu, Ais Shafiyah Asfar, Selasa (10/6/2025).
Menurut Ning Ais sapaan lekatnya, momentum Hari Laut Sedunia harus dimanfaatkan bukan hanya sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi pemantik gerakan untuk menyelamatkan laut yang semakin terancam akibat aktivitas manusia.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya simbolik, tapi bentuk kesadaran bersama. Kami ingin tanam harapan, bukan hanya pohon. Laut butuh anak muda yang peduli, bukan yang apatis,” tegas politisi muda PKB ini.
Sebagai komunitas yang fokus pada isu perempuan, lingkungan, dan keberlanjutan, Kawan Ayu secara konsisten mengajak masyarakat untuk terlibat dalam aksi-aksi berbasis lingkungan hidup. Termasuk mendorong perempuan dan generasi muda sebagai garda depan perubahan.
Ning Ais menambahkan, kawasan pesisir seperti Wonorejo memiliki nilai ekologis dan sosial tinggi. Namun, kerusakan lingkungan yang terjadi akibat alih fungsi lahan, sampah plastik, dan abrasi menjadi ancaman serius yang harus ditanggulangi bersama.
“Mangrove menjadi tameng alami dari bencana. Jika kita merawatnya hari ini, kita menyelamatkan masa depan banyak orang. Ini bukan sekadar program, ini gerakan hidup,” ujar Ketua Harian DPP PKB ini.
Dalam kesempatan itu, Ning Ais juga mengajak Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya, swasta, dan komunitas lain untuk bersama-sama memperluas kawasan konservasi mangrove di Surabaya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengatasi kerusakan lingkungan secara sistemik.
“Surabaya punya potensi besar dalam konservasi. Mari kita ubah niat baik jadi aksi kolektif. Menanam hari ini adalah bentuk syukur dan tanggung jawab kita pada bumi,” tutur Anggota Komisi D DPRD Surabaya ini.
Ning Ais mengatakan aksi tanam mangrove ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan Kawan Ayu sepanjang Juni yang akan difokuskan pada tema keberlanjutan, lingkungan, dan aksi komunitas.
“Dengan semangat gotong royong, kami berharap gelombang kecil ini akan memicu perubahan besar demi laut yang sehat dan masa depan yang lebih hijau,” tandas Ning Ais.[asg/aje]







