Surabaya – Kota Surabaya selalu menyimpan cerita-cerita inspiratif di setiap sudutnya. Di antara gedung-gedung tinggi tersembunyi sebuah permata pendidikan yang memancarkan cahaya harapan bagi puluhan anak-anak, Sekolah Pelita Permai.
Berdiri kokoh dengan kesederhanaan, sekolah ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jembatan impian bagi mereka yang selama ini terpinggirkan oleh batasan ekonomi. Di sinilah, muncul harapan bagi orang tua untuk bekal bagi anak-anak.
Didirikan pada tahun 2008, Sekolah Pelita Permai merupakan buah dari kepedulian untuk menjawab kebutuhan fundamental di Surabaya.
Adanya realitas pahit, bahwa banyak keluarga kurang mampu yang kesulitan mengakses pendidikan berkualitas untuk anak-anaknya. Sekolah yang terletak di Jalan Dukuh Kuwukan No.11 ini menjawab keresahan tersebut.
“Kami memulai ini karena kami percaya bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka,” ujar Dian Riastari Kepala Sekolah KB Pelita yang menerangkan tujuan Sekolah Pelita Permai.
“Setiap anak anak yang memang tidak bisa bersekolah, mereka yang tidak mampu untuk bersekolah. Agar mereka punya kesempatan untuk bersekolah,” Sambung Dian.
Bagi orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk sekolah di sini tentu memiliki teknis pendaftaran, untuk memastikan sekolah dapat membantu keluarga dengan tepat sasaran.
“Kami ada seleksi histori, background dari orang tua, kehidupannya, tempat tinggalnya,” jelas Dian.
Namun meskipun begitu, Sekolah Pelita Permai tetap ingin orang tua berkontribusi terhadap pendidikan anaknya. “Kami tidak mau orang tua lepas tangan dari tanggung jawab untuk menyekolahkan anaknya.” tambah Dian.
Sehingga meskipun uang sekolah bulanan tidak dibebankan pada anak, terdapat yang namanya uang sukarela, sebagai bentuk peran serta orang tua agar tidak melepas tanggung jawab akan pendidikan anaknya.
“Ada yang namanya uang tanggung jawab, seperti tanggung jawab orang tua untuk menyekolahkan anaknya, berdasarkan kemampuan dan penghasilan dari orang tua, disesuaikan,” imbuh Dian.
“Waktu keadaan keuangan keluarga kami kurang baik, saya tahu sekolah ini dan mendaftarkan anak saya Jessi,” cerita Yohana selaku orang tua murid yang diwawancarai. Ia menjelaskan pula mengenai antusias dan semangat belajar yang dimiliki oleh anaknya, “Bu ini saya gabisa, ini gimana caranya, mau aktif untuk bertanya.. Anak saya suka seperti itu tentang pelajaran.”

Semangat untuk belajar terlihat jelas dari anak-anak yang bersekolah di Pelita Permai. Bahwa, harapan untuk memiliki masa depan yang lebih baik terpancar dari wajah anak anak yang semangat belajar.
“Iya, saya suka bermain komputer.. Saya mau mengembangkan bakat saya jadi programmer,” Ujar Devo selaku murid dengan tersenyum dan terpancar binar dari matanya.
Selain dari harapan yang dimiliki anak dan orang tua, para guru di Pelita Permai juga memiliki harapan bagi anak anak.
Guru di sekolah itu bukanlah pendidik biasa. Mereka adalah para sukarelawan yang mengajar dengan hati. Dengan latar belakang pendidikan beragam, mereka menyatukan tekad untuk membimbing anak-anak. “Kami di sini kekeluargaannya tinggi, para guru bekerja disini sifatnya adalah untuk pelayanan,” Ujar Petrina Oklin Tehuayo dengan empati, selaku guru di Sekolah Pelita Permai.
Tak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga nilai-nilai kehidupan anak. “Kami ingin anak-anak lulus dari sini, tak hanya cerdas dari pengetahuan. Melainkan juga dari rohani dan karakternya yang lebih baik,” Harapan dan visi yang disampaikan oleh Dian.
Kisah inspiratif dari Sekolah Pelita Permai di Surabaya membuktikan bahwa, dengan semangat kebersamaan, kepedulian yang tulus, dan dedikasi tanpa batas, kita dapat menerangi masa depan anak-anak negeri.
Mereka adalah anak-anak bangsa yang berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Pelita Permai bukan hanya sebuah sekolah, melainkan sebuah mercusuar harapan, membimbing generasi penerus menuju masa depan yang lebih cerah, satu per satu.
Laurencia Michelle
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya






