Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC mempertimbangkan untuk kembali menjadikan Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan Pamekasan, sebagai homebase menjamu lawan mereka di kompetisi domistik, Liga 1 musim depan.
Pertimbangan tersebut disampaikan seiring dengan tuntasnya proses renovasi stadion milik Pemkab Pamekasan, yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI), beberapa waktu lalu.
Terlebih selama ini, stadion yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, juga sempat dijadikan sebagai kandang Laskar Sape Kerrab, selain Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura.
“Saat ini kami memang mempertimbangkan (menjadikan Stadion Rato Pemelingan), karena Pamekasan memang memiliki sarana dan fasilitas yang lebih baik,” kata Manajer Madura United FC, Umar Wachdin, Kamis (5/6/2025).
Terlebih kondisi tersebut juga diperkuat dengan adanya surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Edaran Kemendagri diteruskan ke PSSI dan klub, bahwa stadion-stadion yang diperbaiki agar segera digunakan,” ungkapnya.
“Karena itu kami ingin mencoba memenuhi aturan tersebut, dan kami sedang menjajaki berbagai kemungkinannya. Terlebih memang ada beberapa hal yang perlu untuk segera dibenahi berdasar rekomendasi dan regulasi FIFA,” pungkasnya.
Seperti diketahui, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu memilih markas di SGB Madura, khususnya pada kompetisi Liga 1 musim lalu. Sekalipun sebelumnya mereka mendaftarkan dua stadion berbeda sebagai homebase.
Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan Pamekasan, tidak ditempati sebagai kandang seiring dengan adanya rencana renovasi dari Kementerian PUPR RI, termasuk di antaranya harga sewa Stadion Pamekasan, yang relatif lebih tinggi dibanding SGB Madura.
Namun Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman sebelumnya sempat menyampaikan jika harga sewa stadion dipastikan turun dari harga semula, di mana harga tersebut diprediksi relatif realistis dan sesuai dengan kebutuhan tim. [pin]






