Pamekasan (beritajatim.com) – Perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar Indonesia benar-benar bebas dari ancaman narkotika.
Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Marthinus Hukom, dalam agenda pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus yang diprakarsai BNNP Jawa Timur. Acara tersebut digelar di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Pamekasan, Rabu (4/6/2025).
“Hari ini kami hadir di (Pamekasan) Madura, untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa BNN bukan hanya bekerja dalam sunyi, bukan hanya soal pemberantasan dan rehabilitasi, tapi juga untuk membangkitkan kesadaran publik akan bahaya narkoba,” tegas Marthinus.
Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran BNNP Jawa Timur, BNK se-Jatim, Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, unsur Forkopimda, OPD Pemkab Pamekasan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar dari berbagai sekolah.
Menurut Marthinus, narkoba bukan sekadar ancaman hukum, melainkan kejahatan kemanusiaan. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami betul dampak negatif yang ditimbulkan narkotika dan tidak boleh terprovokasi oleh propaganda para bandar.
“Kita harus bangkit bersama dan membangun kemarahan serta kebencian terhadap barang haram ini. Tapi perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, namun juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyatakan keprihatinannya atas spekulasi publik terhadap barang bukti narkoba yang disita. Marthinus menekankan pentingnya menjaga integritas aparat penegak hukum dalam penanganan kasus narkotika.
“Kami memahami kegelisahan masyarakat yang sering bertanya tentang barang sitaan, dan kita tahu bahwa narkoba adalah uang besar. Tapi ini adalah tantangan kita menjaga integritas dan membuktikan bahwa penegakan hukum benar-benar untuk kepentingan rakyat,” tandasnya.
Dalam pidatonya, Marthinus memberikan apresiasi khusus kepada masyarakat Madura yang disebutnya memiliki fondasi moral kuat dan kecintaan besar terhadap bangsa. Menurutnya, Madura harus menjadi simbol perlawanan negara terhadap ancaman narkoba.
“Madura adalah tanah yang luar biasa dengan fondasi moral yang kuat. Banyak tokoh besar lahir dari sini. Maka kami katakan, Madura harus menjadi simbol perlawanan negara terhadap segala ancaman, termasuk narkoba,” tegasnya.
Pemusnahan barang bukti narkotika dalam kesempatan tersebut menjadi simbol nyata deklarasi perang terhadap narkoba, yang disebut sebagai silent killer yang terus mengintai. Karena itu, kewaspadaan dan aksi nyata semua pihak mutlak diperlukan.
“Sebab kita tidak bisa biarkan anak kita, saudara kita, tetangga kita atau bahkan teman baik kita jatuh dalam jerat narkoba. Mari selamatkan generasi bangsa dari ancaman nyata ini,” pungkas Marthinus. [pin/beq]






