Sampang (beritajatim.com) – Cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir membuat petani di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menghadapi kendala serius dalam proses penanaman bibit tembakau. Banyak bibit yang gagal tumbuh karena akar membusuk akibat guyuran hujan deras.
Rodiyeh, salah satu petani di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, mengungkapkan bahwa bibit yang ia tanam tidak berkembang dengan baik. Ia menduga hal ini terjadi karena lahan terlalu basah setelah diguyur hujan.
“Kami tidak menanam ulang, soalnya cuaca di sini tidak menentu alias sering hujan, jadi takut tidak tumbuh lagi,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Kondisi ini memaksa para petani menunda penanaman ulang hingga cuaca lebih stabil. Rodiyeh menyebut, jika harus membeli bibit baru, maka biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar dari tahun sebelumnya.
“Sementara harga bibit untuk saat ini info dari warga yang sudah menanam tembakau agak sedikit mahal. Tahun kemarin saya beli bibit Rp15 ribu sampai Rp17 ribu, sekarang Rp30 ribu, ada yang Rp45 ribu per seribu batang,” jelasnya.
Para petani berharap cuaca segera membaik agar musim tanam tembakau tahun ini bisa berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. [sar/beq]






