Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC dipastikan kehilangan salah satu bek sayap andalan, Koko Ari Araya yang kembali ke tim masa kecilnya, Persebaya Surabaya untuk menghadapi kompetisi musim depan.
“Koko Ari telah menjadi bagian penting dari tim, baik di dalam lapangan sebagai pemain yang tangguh dan konsisten, maupun di luar lapangan sebagai sosok yang ramah,” kata Direktur Utama PT PBMB, Annisa Zhafarina Qosasi, Selasa (3/6/2025) malam.
Bahkan pemain kelahiran Surabaya, 9 Januari 2000 silam, merupakan sosok pemain dengan komitmen tinggi, ia menjadi satu dari beberapa pemain yang terbilang loyal bagi tim berjuluk Laskar Sape Kerrab.
Loyalitas tersebut dibuktikan pada bursa transfer musim lalu, di mana Koko Ari menjadi pemain yang memilih bertahan bersama tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, ketika sebagian besar pemain memiliki hengkang dari tim.
“Kami mendoakan agar diberi kelancaran dan kesuksesan dalam langkah karier selanjutnya, ia akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjalanan Madura United, dan pintu klub akan selalu terbuka untuknya sebagai bagian dari keluarga besar kami,” ungkapnya.
Pemain yang berposisi sebagai bek sayap kanan, juga dinilai sebagai sosok penting bagi tim yang bermarkas di Pulau Garam Madura. Namun kondisi belum memungkinkan untuk meneruskan kerjasama yang terjalin sejak 2023 lalu.
“Koko bukan hanya pemain hebat, tapi juga pribadi yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Madura United. Kami bangga pernah bekerjasama dengannya dan mendoakan yang terbaik untuk langkah berikutnya,” pungkasnya.
Sejauh ini, terdapat sebanyak 8 (delapan) pemain yang dipastikan memperpanjang kontrak bersama tim yang bermarkas di Pulau Garam, Madura. Masing-masing Kartika Vedhayanto, M Riski Afrizal, Miswar Saputra, Taufik Hidayat, dan Yuda Editya Pratama.
Tiga lainnya merupakan pemain asing dari tiga negara berbeda yang memastikan diri melanjutkan kerjasama bersama Madura United, yakni Iran Junior asal Brasil, Jordy Wehrmann keturunan Belanda-Indonesia, serta bek tangguh berkebangsaan Portugal, Pedro Monteiro. [pin/but]






