Kediri (beritajatim.com) – Pelatihan nasional bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Perintisan Sekolah Aman, Nyaman, Menyenangkan 2025” resmi dibuka pada Sabtu (24/5/2025) di Gedung DMC Lantai 5, Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri. Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPP LDII dan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (25/5/2025).
Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Ir. Rubiyo, M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh pondok pesantren di bawah naungan LDII dari seluruh Indonesia. Sekitar 100 peserta hadir secara luring di Kediri, sementara sekitar 290 pesantren lainnya mengikuti secara daring.
“Ini adalah program kegiatan yang memang kita desain sedemikian, sehingga ini bisa diberikan pelatihan pendidikan ini ke seluruh Indonesia,” ujarnya.
Rubiyo menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini sebagai upaya membangun generasi masa depan yang beretika, memiliki unggah-ungguh, dan budi pekerti luhur.
“Sepintar apapun, sehebat apapun kita sebagai manusia, kalau mental, perilaku, tata krama tidak diimbangi dengan kegiatan yang membangun antar sesama, juga kurang pas,” tegasnya.
Pelatihan ini juga dianggap sebagai bentuk implementasi nyata dari amanah Permendikbud No 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
“Kita sering melihat di media kekerasan-kekerasan yang terjadi. Minimal dengan pelatihan ini, kita bisa memahami secara utuh bagaimana karakter dibentuk sejak dini,” tambahnya.
Kepala UPT Teknologi dan Informasi dan Komunikasi Pendidikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Mustakim, SS, M.Si., turut mengapresiasi inisiatif LDII dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa.
“Pendidikan karakter ini penting sekali. Anak-anak di Indonesia harus punya kesalehan, tidak hanya kesalehan sosial, tetapi juga kesalehan ritual. Dan itu hanya bisa dilakukan melalui pendidikan karakter,” ungkapnya.
Masih katanya, LDII ke depan juga menargetkan untuk memperbanyak lembaga pendidikan agar setara dengan organisasi pendidikan besar lainnya seperti Muhammadiyah dan NU.
Dukungan juga disampaikan secara daring oleh Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek RI, Ruspita Putri Utami, S.E., M.A., yang mengapresiasi komitmen LDII dalam menyelenggarakan pendidikan karakter secara menyeluruh.
Turut hadir dalam pembukaan acara ini, Ketua Ponpes Wali Barokah Kediri KH Haji Sunarto, Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amridhu Konawai, serta para peserta undangan lainnya dari berbagai daerah. [nmkun]






