Surabaya (beritajatim.com) – Gelaran Barati Cup April 2025 lalu ternyata meninggalkan catatan kurang menyenangkan bagi puluhan perangkat pertandingan yang bertugas dalam turnamen tersebut.
Hingga kini, sebanyak 61 pengawas pertandingan, penilai wasit, wasit, dan asisten wasit dilaporkan belum menerima honor atas kerja mereka selama turnamen berlangsung.
Salah satu wasit asal Kabupaten Malang, Haldy Anugrah Pratama, mengungkapkan bahwa dirinya memimpin delapan pertandingan ditambah dua laga lembur dalam tiga hari pelaksanaan. Ia menyebut bahwa para perangkat pertandingan telah memberikan totalitas penuh demi kesuksesan acara.
“Bisa dibayangkan kan kita sudah totalitas membantu untuk menyukseskan acara Barati Cup. Tapi yang didapat teman-teman belum ada kejelasan sampai sekarang,” ungkap Haldy, Selasa (20/5/2025).
Haldy juga mengeluhkan ketidakteraturan dalam jadwal yang diberikan panitia. Banyak wasit, termasuk dirinya, harus menjalani double job karena penugasan yang tidak tertata dengan baik.
“Saya di Barati tugas 3 hari full dari pagi sampai malam. Kemarin saya pimpin ada 8 match sama panitia pelaksana, ditambah 2 match tambahan dan masuk dihitung lemburan,” jelasnya.
Upaya telah dilakukan dengan melapor ke PSSI sebagai federasi yang memberi mandat pertandingan, namun belum membuahkan hasil karena federasi juga masih menunggu kabar dari pihak Barati.
“Sampai detik ini belum ada kejelasan tentang honor kami sebagai perangkat pertandingan. Kita sudah mengadu ke pihak PSSI dengan jawaban masih menunggu kabar dari ketua Barati,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh wasit asal Gresik, Farid Riesdianto, yang juga belum menerima pembayaran honor sesuai perjanjian. Ia menyebutkan bahwa panitia awalnya berjanji akan membayar setelah pertandingan, namun jadwal pembayaran terus diundur.
“Untuk masalah honor pun juga begitu, kita dan teman-teman belum menerima sepeser pun hasil dari kerja kita tugas di Barati Cup kemarin,” ujarnya.
Farid menambahkan bahwa awalnya pembayaran dijanjikan pada 10 Mei, namun kemudian diundur ke 15 Mei, dan hingga kini belum ada kejelasan lanjutan.
“Awalnya kita dijanjikan tanggal 10 Mei, terus dapat info mundur tanggal 15 Mei. Tetapi sampai hari ini pun belum ada kejelasan lagi tentang honor kita,” katanya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi pada Selasa (20/5/2025) sore, pihak panitia Barati Cup belum memberikan kepastian maupun jawaban atas permasalahan pembayaran honor ini. [way/ian]






