Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi global. Salah satunya melalui penyelenggaraan Summer Camp Activities bersama Prince of Songkla University (PSU) Thailand.
Mengusung tema Bridging Cultures, Building Futures: Strengthening Academic and Cultural Ties Between Indonesia and Thailand, program ini menjadi ruang temu bagi mahasiswa kedua negara. Keduanya saling berbagi pengetahuan, budaya, dan pengalaman akademik secara intensif.
Sebanyak 13 mahasiswa dari PSU Thailand berpartisipasi dalam program ini, didampingi oleh Dr. Wathanan Srinin sebagai dosen pembimbing. Selain mahasiswa PSU, kegiatan ini juga melibatkan puluhan mahasiswa FEB Unisma.
Dekan FEB Unisma, Afifudin, menyampaikan rasa bangga atas konsistensi kerja sama internasional yang telah terjalin sejak 2015.
“Syukur alhamdulillah, kegiatan ini bisa kami wujudkan setelah enam bulan persiapan. Kami bangga bisa terus memperkuat kolaborasi dengan PSU Thailand yang telah dirintis sejak sembilan tahun lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program summer camp ini merupakan bentuk konkret dari komitmen internasionalisasi kampus dan pertukaran budaya yang setara. Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti di Indonesia.
Setelah program di Unisma berakhir pada Juli, giliran mahasiswa FEB Unisma yang akan bertolak ke Thailand untuk mengikuti program lanjutan pada Agustus hingga September 2025 di PSU Thailand. Selama dua bulan pelaksanaan, peserta akan mengikuti lima kegiatan utama.
Pertama, Kredit Transfer, Peserta menempuh 9 SKS dari tiga program studi FEB Unisma, yaiti Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syariah. Kedua, Community Service, kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan pondok pesantren dan pemerintah daerah dengan fokus pada seni dan budaya lokal.
“Ketiga konferensi akademik, forum ilmiah lintas universitas yang terbuka untuk perguruan tinggi lain secara hybrid. Keempat business competition, lomba kewirausahaan yang merespons isu-isu dalam summer camp. Terakhir, parade budaya lewat penampilan budaya dari masing-masing negara sebagai wujud perayaan keragaman,” ujar Afif.
Program ini juga memperkaya wawasan peserta melalui pembelajaran klasikal, seperti mata kuliah ASEAN Art, Bahasa Indonesia, dan Urban Culture. Di luar kelas, mahasiswa juga akan menjelajahi Malang Raya lewat kunjungan ke berbagai pusat seni dan budaya.
Dr. Wathanan Srinin, perwakilan dari PSU Thailand, mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan oleh Unisma. Ia menyampaikan harapan agar kerja sama kedua institusi ini dapat terus berlanjut ke ranah riset, khususnya dalam bidang seni budaya.

“Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa kami untuk belajar langsung di Indonesia, termasuk belajar Bahasa Indonesia. Semoga kami juga bisa menyambut mahasiswa Unisma dengan baik saat mereka berkunjung ke Thailand Agustus nanti,” tuturnya.
Program summer camp ini menjadi bagian dari strategi FEB Unisma untuk memperluas jejaring ASEAN dan memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap pendidikan tinggi Asia Tenggara. Melalui pertukaran mahasiswa dan kolaborasi lintas budaya, Unisma berharap dapat melahirkan generasi global yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis nilai lokal.
Kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis, (15/5/2025) lalu, di Gedung B Lantai 7 Unisma dan akan berlangsung selama dua bulan hingga 12 Juli 2025. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan adalah Rektor Unisma Prof. Dr. Drs. Junaidi Mistar, Ph.D. Hadir juga Dekan FEB Unisma, Afifudin, SE., M.SA., Ak., jajaran pimpinan dan dosen, serta perwakilan mahasiswa dari kedua institusi. (dan/but)






