Pamekasan (beritajatim.com) – Program Coaching Clinic bertajuk Pondok Pesantren Road Safety menjadi cara Polres Pamekasan, meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas bagi generasi muda, khususnya kalangan para santri.
Kegiatan tersebut digelar secara maraton di berbagai pesantren di wilayah hukum Polres Pamekasan, di antaranya Pesantren Pesantren At-Taufiq Kelurahan Jungcangcang, Pesantren Darul Akhlaq Desa Toronan, serta Pesantren Sabilul Ihsan Desa Teja Timur, Pamekasan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan wawasan bagi para generasi muda, khususnya para santri agar selalu tertib berlalu lintas dan menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, melalui Kasatlantas Polres Pamekasan, AKP Bagus Wijanarko, Sabtu (17/5/2025).
Selain itu para santri tampak antusias mengikuti materi hingga praktik lapangan yang dipandu langsung oleh petugas dari kepolisian. “Melalui kegiatan ini, para santri juga mendapatkan edukasi secara langsung tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas, etika berkendara yang baik, serta pemahaman terhadap peraturan lalu lintas,” ungkapnya.
“Materi disajikan dengan cara interaktif, dipandu langsung personil Satlantas Polres Pamekasan. Sebab dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif, kami yakin materi yang disampaikan dapat dengan mudah dicerna dan dipahami oleh kalangan santri atau pelajar,” imbuhnya.
Program tersebut sebagai bentuk komitmen dan kepedulian Polres Pamekasan, guna menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini khususnya bagi kalangan pelajar maupun maupun santri. “Kami ingin menciptakan generasi muda yang sadar hukum, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri maupun orang lain, termasuk di jalan raya,” tegasnya.
“Melalui kegiatan ini kami juga sangat bertatap agar tidak sekedar memberikan edukasi semata, tetapi juga kita harapkan bisa membentuk karakter disiplin dan tanggungjawab dari kalangan santri atau pelajar,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga himbauan khusus menjelang masa kelulusan sekolah yang biasa diwarnai dengan aksi konvoi, corat-coret seragam, hingga pesta hura-hura yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Menjelang pengumuman kelulusan, kami mengimbau kepada seluruh santri atau siswa untuk tidak melakukan kegiatan konvoi, aksi kebut-kebutan, ataupun tindakan lain yang melanggar hukum dan membahayakan keselamatan,” Imbaunya.
Bahkan pihaknya juga mengingatkan agar para santri atau pelajar agar merayakan kelulusan dengan cara positif dan berintegritas. “Jika ingin merayakan kelulusan, kami minta agar disisi dengan kegiatan positif yang tentunya dapat bermanfaat bagi diri maupun orang lain,” sambung Bagus Wijanarko.
Tidak hanya itu, para orang tua, guru serta pihak sekolah juga diajak ikut serta mengawasi dan memberikan arahan kepada para santri atau pelajar agar tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Dalam konteks ini, sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan menjadi kunci penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Sekaligus dapat mencetak generasi muda yang unggul dan membanggakan, ” pungkasnya. [pin/beq]






