Jakarta (beritajatim.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan penolakan terhadap gagasan relokasi warga Palestina dari wilayah Gaza. Hal ini disampaikan Puan dalam acara inagurasi pembukaan forum Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau forum Uni Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
“Kita harus menolak gagasan merelokasi rakyat Palestina dari wilayah Gaza. Gaza adalah milik rakyat Palestina. Gaza harus dibangun kembali tidak hanya dengan gedung dan tembok namun juga dengan harga diri, keadilan, dan harapan,” tegas Puan yang mendapat sambutan meriah dari Delegasi PUIC dan anggota DPR RI dalam acara inagurasi pembukaan Konferensi PUIC ke-19 digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, semalam.
Puan mengaku prihatin dengan kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza, di mana masyarakat sipil menjadi korban perang, termasuk perempuan dan anak-anak yang mengalami kelaparan. Selain itu, rumah sakit dan sekolah pun tak luput dari kehancuran.
“Kita berkumpul hari ini di bawah bayang-bayang situasi yang menyedihkan di Gaza yang menyentuh nilai kemanusiaan kita,” kata Puan.
“Kita harus dapat membantu dengan berbagai cara dan pengaruh yang kita miliki, untuk dapat mengakhiri situasi yang tidak berperikemanusiaan di Gaza,” lanjutnya.
Puan juga mendorong parlemen negara-negara yang tergabung dalam PUIC untuk meningkatkan advokasi internasional bagi pengakuan resmi negara Palestina. Ia menegaskan parlemen harus berperan membantu kemerdekaan Palestina.
“Parlemen harus mendorong lebih banyak negara di dunia untuk secara resmi mengakui negara Palestina,” tutur Cucu Bung Karno itu.
Puan mengajak semua pihak untuk terus mendorong penyelesaian damai atas konflik berkepanjangan ini melalui two state solution atau solusi dua-negara. Menurutnya, perjanjian antar dua negara ini menjadi solusi tepat menyelesaikan konflik di Palestina.
“Kita juga harus mendorong penyelesaian konflik secara damai melalui Solusi Dua-Negara,” ujar Puan. [hen/ian]






