Surabaya (beritajatim.com) – Menggoreng memang jadi cara memasak favorit banyak orang karena bisa membuat makanan terasa lebih gurih dan menggugah selera. Namun siapa sangka, beberapa jenis sayuran justru bisa kehilangan manfaat sehatnya bahkan berubah menjadi sumber penyakit jika dimasak dengan cara digoreng.
Dibalik kelezatan sayuran goreng yang kerap jadi menu pendamping makan, tersembunyi risiko serius bagi kesehatan tubuh. Mulai dari meningkatkan kadar kolesterol hingga memicu risiko kanker, sejumlah sayuran berikut sebaiknya tidak digoreng meskipun terlihat lezat. Simak daftar lengkapnya agar kalian bisa lebih bijak dalam memilih cara mengolah sayuran sehari-hari.
1. Terong Goreng
Terong menjadi salah satu sayuran yang sering ditemukan dalam bentuk gorengan. Teksturnya yang lembut membuatnya mudah menyerap minyak dalam jumlah besar. Sayangnya, lemak jenuh yang terperangkap di dalam terong dapat memicu berbagai penyakit berbahaya seperti kanker, hipertensi, serta gangguan kardiovaskular bila dikonsumsi terus-menerus. Oleh karena itu, lebih disarankan untuk mengolah terong dengan cara lain seperti dikukus atau ditumis.
2. Kol Goreng
Kol goreng sering dijadikan pelengkap menu pecel lele atau ayam goreng di warung kaki lima. Meski teksturnya renyah dan menggugah selera, kol yang digoreng justru bisa menghasilkan zat berbahaya seperti akrilamida dan amina heterosiklik (HCA).
Kedua zat tersebut terbentuk saat proses pemanasan tinggi dan diketahui memiliki potensi meningkatkan risiko kanker, kolesterol tinggi, obesitas, hingga penyakit jantung. Sebagai alternatif, kol bisa dikonsumsi mentah sebagai lalapan atau direbus agar tetap sehat.
3. Brokoli
Brokoli dikenal sebagai sumber antioksidan alami yang mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Namun, saat digoreng, brokoli bisa menghasilkan senyawa berbahaya seperti aldehida dan radikal bebas.
Kedua senyawa ini dapat menyebabkan peradangan hingga kerusakan sel yang berpotensi memicu penyakit degeneratif dan kanker. Untuk mempertahankan manfaatnya, brokoli sebaiknya dikukus atau direbus sebentar.
4. Wortel
Wortel merupakan sayuran yang kaya akan beta-karoten dan gula alami. Saat digoreng, gula dalam wortel dapat bereaksi dengan asam amino membentuk akrilamida, zat kimia yang diketahui bersifat karsinogenik.
Tak hanya itu, proses menggoreng juga bisa merusak kandungan nutrisi dalam wortel, serta meningkatkan kadar lemak dan kalori. Untuk tetap sehat, pilih cara memasak seperti mengukus atau menumis dengan sedikit minyak.
5. Bayam
Bayam merupakan sumber zat besi, vitamin K, dan folat yang penting bagi tubuh. Namun, bayam juga mengandung nitrat alami yang bisa berubah menjadi nitrit dan nitrosamin saat dipanaskan pada suhu tinggi, terutama saat digoreng.
Kedua senyawa ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Selain itu, vitamin C dalam bayam sangat sensitif terhadap panas dan mudah rusak saat digoreng.
Mengolah sayuran dengan cara yang tepat sangat penting untuk menjaga kandungan nutrisinya tetap utuh. Sebisa mungkin, hindari menggoreng sayuran-sayuran di atas dan pilih metode memasak yang lebih sehat seperti merebus, menumis ringan, atau mengukus. Pola makan sehat berawal dari cara pengolahan makanan yang benar. (mnd/but)






