Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) kembali memberikan bantuan kemanusiaan dengan cara membangun fasilitas sanitasi MCK Komunal dan Rumah Tangga di tiga kabupaten berbeda di Madura.
Hal tersebut dilakukan dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi untuk membantu pemerintah melalui bidang sosial kemanusiaan, khusunya dalam tugas kepalangmerahan. Di antaranya mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus polio.
Organisasi yang berperan penting dalam meringankan penderitaan masyarakat dan membantu meningkatkan derajat kesehatan sosial, juga berperan aktif dalam kegiatan respon Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Pulau Garam, Madura.
“Selama ini PMI membantu pemerintah dalam kegiatan Sub PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio melalui sosialisasi kepada masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi, promosi kesehatan dan kebersihan, serta memberikan bantuan kepada masyarakat,” kata Staf Divisi Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Anggi Ardiyansah, Jum’at (9/5/2025).
Guna merealisasikan itu, pihaknya juga memberikan bantuan sosial bagi masyarakat dii Madura. Meliputi 3 unit MCK Komunal di kabupaten Bangkalan, 7 unit di Sampang, serta 1 unit di Pamekasan, yang dilengkapi dengan septic tank komunal beserta 11 unit perbaikan toilet skala rumah tangga.
“Untuk diketahui bersama bahwa fasilitas sanitasi ini dibangun dan didesain oleh masyarakat menggunakan metode swakelola, dan tentunya sesuai dengan aturan yang baku di PMI,” sambung Anggi Ardiyansah.
Dari itu pihaknya sangat berharap fasilitas sanitasi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. “Karena PMI telah melakukan pelibatan masyarakat sedari awal dalam proses Pembangunan, sehingga masyarakat harus memiliki rasa kepemilikan dan dapat memelihara fasilitas ini dengan baik,” harapnya.
“Semoga atas dibangun fasilitas sanitasi ini, masyarakat dapat merubah kebiasaan untuk tidak melakukan BABS alias Buang Air Besar Sembarangan, sehingga pada akhirnya dapat memutus mata rantai penyebaran polio,” pungkasnya.
Sebelumnya proses pendampingan program Respon KLB Polio dilakukan PMI bersama Internasional Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) di Markas PMI Pamekasan, Jl Raya Panglegur KM 3,2 Pamekasan, Selasa (6/5/2025) lalu.
Pendampingan tersebut dihadiri perwakilan IFRC, PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan PMI di tiga kabupaten berbeda di Madura, yakni PMI Bangkalan, PMI Sampang, dan PMI Pamekasan. [pin/beq]






