Sumenep (beritajatim.com) – Kabar duka datang dari jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Sumenep. Ketua rombongan kloter 24 embarkasi Juanda Surabaya, Zainurrahman, warga Kecamatan Talango, meninggal dunia satu hari sebelum jadwal keberangkatan ke tanah suci.
Zainurrahman sedianya akan berangkat bersama istrinya, Siti Mustaqillah. Namun, setelah kepergian sang suami, istrinya memilih mengundurkan diri dan tidak ikut dalam keberangkatan kloter 24.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Abd. Wasid, membenarkan informasi duka tersebut. Ia menyampaikan bahwa almarhum meninggal dunia pada Rabu (8/5/2025) pukul 11.00 WIB, sedangkan jadwal keberangkatan jemaah haji adalah Kamis dini hari.
“Jadi hanya satu hari sebelum berangkat, beliau ini meninggal. Setelah suaminya meninggal, istrinya mengundurkan diri, tidak jadi berangkat sekarang,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).
Belum diketahui pasti penyebab wafatnya Zainurrahman. Namun berdasarkan catatan Kemenag, tidak ditemukan indikasi penyakit berat pada diri almarhum. Bahkan pada 5 Mei 2025, Zainurrahman masih mengikuti kegiatan pembinaan Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) di Aula Kantor Kemenag dalam keadaan sehat.
Abd. Wasid menambahkan, dari total 999 JCH asal Sumenep yang tergabung dalam kloter 23, 24, dan 25, sebanyak 300 di antaranya masuk kategori risiko tinggi (risti) dan akan mendapat pengawasan ketat dari tim kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Sementara itu, 929 jemaah telah diberangkatkan dari GOR A. Yani Sumenep menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Kamis pukul 00.30 WIB. Seluruh jemaah tiba dalam keadaan sehat dan langsung menjalani skrining kesehatan serta pemeriksaan administrasi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. [tem/beq]






