Kediri (beritajatim.com) – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2025 tingkat SMP Negeri se-Kabupaten Kediri berlangsung meriah di Joglo Garasi, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari peserta nomor 5, Grisselda Elva Gita, perwakilan dari SMP Negeri 1 Pagu.
Grisselda menampilkan tarian berjudul Deng Deng Tur dengan percaya diri dan penuh semangat. “Alhamdulillah tadi bisa tampil baik dan tanpa kendala. Bahkan untuk menarik perhatian juri, dalam perlombaan tersebut saya dan teman-teman membawa properti, dengan memadukan alat musik kentongan, dan gamelan,” ujarnya usai tampil.
Yuli Subagyo, guru pembina dari SMP Negeri 1 Pagu, mengaku bangga dengan hasil kerja keras anak didiknya.
“Untuk pertunjukan anak-anak tadi sangat luar biasa. Meskipun latihannya kurang dari 3 minggu, atau sekitar 2 mingguan tapi mereka bisa menari dengan bagus dan hasilnya kami bisa lolos ke babak selanjutnya,” tuturnya.
Salah satu juri, Pambuko, menjelaskan bahwa penilaian lomba tari kali ini meliputi keselarasan vokal, pemahaman terhadap juknis dan tema, serta kesesuaian gerak dengan iringan musik.
“Dibandingkan tahun lalu, memang jumlah peserta yang tahun ini lebih sedikit. Namun, kualitas peserta yang ikut semakin meningkat, semoga pada perlombaan di tingkat berikutnya mereka bisa mempertontonkan gerak tari yang lebih bagus,” ujar Pambuko.
Lomba ini diikuti oleh tujuh kelompok penari dari sejumlah SMP Negeri se-Kabupaten Kediri. Namun hanya enam kelompok yang berhasil masuk ke babak Grand Final yang akan digelar di Gedung Bagawanta Bhari, Kabupaten Kediri, pada 21 Mei mendatang.
Keenam finalis tersebut berasal dari SMP Negeri 3 Grogol, SMP Negeri 2 Gurah, SMP Negeri 2 Plemahan, SMP Negeri 1 Pagu, SMP Negeri 1 Kras, dan SMP Negeri 2 Grogol.
Selain Pambuko Kristian, S.Sn, dewan juri juga terdiri dari Joko Nuswantoro, S.Pd, dan Sulis Setyowati, yang menilai ketat setiap penampilan para peserta. [nm/aje]






