Pacitan (beritajatim.com)- Kasus penipuan digital melalui aplikasi pesan WhatsApp semakin marak di Pacitan. Setelah sebelumnya pelaku mengatasnamakan instansi puskesmas untuk memesan makanan dalam jumlah besar, kini giliran nama Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, yang dicatut dalam modus penjualan barang-barang branded dengan harga murah.
Pelaku menggunakan akun WhatsApp palsu dengan mencantumkan foto profil pribadi milik Rudi Handoko guna meyakinkan calon korban.
“Saya mendapat kabar bahwa nomor saya dipalsukan oleh pelaku dengan menggunakan foto saya. Itu bukan nomor saya,” ujar Rudi Handoko, ditulis Selasa (6/5/2025).
Beberapa warga mengaku menerima pesan dari akun tersebut yang menawarkan berbagai produk bermerek dengan harga miring.
Rudi menegaskan bahwa akun tersebut bukan miliknya dan menyebutnya sebagai upaya penipuan. “Itu jelas penipuan. Saya tidak pernah menawarkan barang apa pun melalui WhatsApp,” tegasnya.
Beruntung, hingga kini belum ada laporan warga yang menjadi korban. Rudi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat publik.
“Segera laporkan jika menerima pesan yang tidak wajar,” pungkasnya.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat dalam menyaring informasi serta berhati-hati dalam berkomunikasi di platform digital guna menghindari kejahatan siber. [tri/aje]






