Pasuruan (beritajatim.com) – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada tanggal 1 Mei tahun ini memiliki nuansa yang berbeda di Kabupaten Pasuruan.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya Hari Buruh kerap ditandai dengan aksi turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan, kali ini buruh di Kabupaten Pasuruan justru memilih berkumpul menjadi satu bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan para pengusaha dalam suasana damai dan penuh kebersamaan.
Puncak peringatan May Day kali ini dipusatkan di Lapangan Plumbon, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Puluhan ribu buruh yang berasal dari berbagai serikat pekerja di wilayah Pasuruan memadati lapangan tersebut, berbaur dengan perwakilan Pemkab dan para pengusaha, menciptakan pemandangan yang kontras dengan citra Hari Buruh di banyak daerah lain.
Acara peringatan May Day yang terpusat di Pandaan ini diisi dengan serangkaian kegiatan yang bersifat rekreatif dan menghibur.
Buruh terlihat menikmati acara yang diawali dengan kegiatan jalan sehat bersama, menunjukkan semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat. Suasana semakin meriah dengan adanya hiburan musik dangdut yang disajikan untuk menghibur para buruh, serta pembagian doorprize yang menambah antusiasme peserta.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda, menyebut bahwa pelaksanaan May Day yang terpusat, aman, dan damai kali ini menjadi bukti konkret bahwa Kabupaten Pasuruan berada dalam kondisi yang kondusif.
“Ini baru pertama kali May Day dilaksanakan jadi satu. Dan buktinya berhasil, maka ini menjadi sinyal yang baik bahwa Kabupaten Pasuruan kondusif,” katanya.
Nurul Huda berharap, sinyal kondusifitas ini dapat ditangkap dengan baik oleh para calon investor. Ia mengajak para investor untuk tidak merasa takut dan ragu lagi untuk melakukan investasi sebanyak mungkin di Kabupaten Pasuruan, karena kondisi daerah yang aman dan damai, berbanding terbalik dengan stigma negatif yang mungkin selama ini beredar.
“Tidak seperti stigma yang dibayangkan banyak orang bahwa Pasuruan ini buruhnya galak. Hari ini jadi bukti kalau buruh, pengusaha, dan pemerintah jadi satu,” urainya.
Menurutnya, selayaknya peringatan hari jadi, Hari Buruh juga harus dirayakan dengan riang gembira dan semangat kebersamaan, tanpa harus diwarnai demo atau peringatan yang berlebihan. Ia secara langsung kembali menyerukan kepada para investor, “Para investor, silakan datang ke Pasuruan, investasi sebanyak mungkin, saya sebagai Ketua APINDO Pasuruan pastikan tetap aman dan kondusif,” ungkap Nurul.
Nurul juga meyakini, hubungan tripartit yang harmonis akan menjadi daya tawar kuat dan menarik lebih banyak investor datang ke Pasuruan, mengatasi keraguan yang mungkin muncul akibat rumor.
Di sisi lain, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyambut baik harapan tersebut dan menegaskan komitmen Pemkab Pasuruan untuk terus mendukung kelangsungan usaha para pengusaha serta melindungi hak-hak buruh. “Kalau ada masalah itu pasti, tapi harus diselesaikan dengan cara yang baik-baik, tidak perlu demo atau sikap-sikap lainnya. Mari jaga iklim investasi baik ini,” terang Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati.
Rusdi juga menyoroti perlunya perizinan yang mudah dan tidak rumit bagi investor. Menurutnya, keberhasilan daerah tidak bisa berdiri tanpa dukungan sinergis dari buruh, pengusaha, dan pemerintah itu sendiri.
“Hubungan tripartit harus terus baik dan sinergi. Sehingga hubungan baik antara buruh dan pengusaha di Pasuruan akan menjadi modal berharga untuk kedepannya,” tutupnya. (ted)






