Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-732, DPD Partai Golkar Kota Surabaya menggelar lomba penciptaan oleh-oleh khas baru yang belum pernah ada sebelumnya. Melalui ajang ini, Golkar berupaya menggerakkan kreativitas warga sekaligus membuka jalan bagi penciptaan lapangan kerja baru berbasis ekonomi lokal.
Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni, menilai momentum ulang tahun kota ini adalah saat yang tepat untuk mendorong lahirnya produk-produk inovatif khas Surabaya. Dia menyebut Surabaya yang selama ini menjadi kota jasa dan perdagangan harus bisa menciptakan identitas produk yang dapat dikenang oleh para pelancong, apalagi dengan posisi strategisnya menuju pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).
“Ini peluang bagi Surabaya untuk berbenah diri agar bisa menjadi trigger pertumbuhan ekonomi. Birokrasi Pemkot harus berbenah agar ramah investasi,” kata Fathoni, Kamis (1/5/2025).
Menurutnya, warga Surabaya punya potensi besar untuk menciptakan produk khas seperti kue unik atau kerajinan tangan yang bisa dibawa pulang wisatawan sebagai oleh-oleh. Lomba ini pun menjadi sarana untuk menyalurkan ide-ide baru dari masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah.
“Biasanya kalau sudah sekali bawa oleh-oleh, saat datang lagi mungkin tidak beli yang sama. Makanya harus ada inovasi baru yang khas dan unik,” ujar politisi eks jurnalis ini.
Tak hanya mengincar produk, Partai Golkar juga mendorong edukasi masyarakat tentang proses produksi. Fathoni menyebut bahwa pemenang lomba akan diminta berbagi ilmu agar lebih banyak warga bisa memproduksi dan menjual produk serupa di wilayah masing-masing.
“Kami yakin orang Surabaya punya kreativitas luar biasa. Ini bukan sekadar lomba, tapi bentuk kontribusi Partai Golkar kepada masyarakat,” ujar eks aktivis LMND ini.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Akmarawita Kadir, menyebut lomba ini akan berlangsung selama dua bulan. Total hadiah puluhan juta rupiah disiapkan untuk mendukung para pemenang memulai atau memperluas usaha.
“Kalau produk kreatif sudah tercipta, maka hadiah bisa jadi modal awal, baik untuk buka stan maupun pengembangan pasar. Kami juga akan bantu kolaborasi dengan Pemkot dan influencer untuk promosi,” pungkas Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini. [asg/beq]






