Surabaya (beritajatim.com) — Film animasi lokal Jumbo kembali mencuri perhatian publik, kali ini bukan hanya karena alur ceritanya yang menyentuh, tetapi juga karena soundtrack-nya yang diaransemen ulang oleh musisi papan atas Indonesia.
Ariel Noah resmi merilis cover lagu Selalu Ada di Nadimu sebagai versi Ayah Don, dan respons warganet pun mengaku emosional mendengarnya.
Sebelumnya, lagu tema utama Jumbo telah dinyanyikan oleh Prince Poetiray sebagai Don muda, dan Bunga Citra Lestari (BCL) sebagai Ibu Don. Meski begitu, ketiga versi yang dibawakan tersebut tetap membawa kedalaman emosi yang kuat dengan versi vokal masing-masing.
Dalam versi yang dibawakan Ariel Noah, lagu ini dianggap terasa lebih dewasa dan penuh makna. Suara khas Ariel memberikan sentuhan kehangatan dan ketegasan seorang ayah. Warganet pun membanjiri unggahan @arielnoah dengan pujian dan rasa haru. Salah satu komentar yang ramai disorot datang dari akun @yasm***.
“Pas dinyanyiin BCL, kerasa banget buat penyemangat Don usia 10-20 tahun. Pas dinyanyiin bapaknya, kerasa banget pesannya buat Don usia 25 tahun ke atas. Quarter life crisis, hidup keras, dan harus tanggung jawab buat keluarga. Ini kayak pesan dari bapaknya: ‘Dengerin nyanyian bapak lu!'” ujarnya.
Tak sedikit pula yang merasa terwakili secara emosional oleh versi Ayah Don ini.
“Terima kasih Bang Ariel udah nyanyiin lagu ini. Buat aku pribadi yang udah gak punya ayah, setidaknya bisa merasakan kehadiran sosok ayah lewat lagu ini. Bang Ariel emang gak pernah gagal,” tulis @nf.pa***.
Dengan tiga versi yang berbeda, lagu Selalu Ada di Nadimu tak hanya memperkaya kisah Jumbo, tetapi juga berhasil menyentuh hati banyak orang dari berbagai usia dan pengalaman hidup. Ini membuktikan bahwa kekuatan lagu dan suara bisa menjadi jembatan emosional yang luar biasa dalam karya animasi lokal.
Lirik lagu Selalu Ada di Nadimu – Cover Ariel Noah
(K)ala nanti badai ‘kan datang
(A)ngin akan buat kau goyah
(M)aafkan, hidup memang
(I)ngin kau lebih kuat
(A)ndaikan saat itu datang
(K)ami tak ada menemani
(A)ku ingin kau mendengar
(N)yanyianku di sini
(S)edikit demi sedikit
(E)ngkau akan berteman pahit
(L)uapkanlah saja bila harus menangis
(A)nakku, ingatlah semua
(L)elah tak akan tersia
(U)sah kau takut pada keras dunia
(A)khirnya takkan ada akhir
(D)oaku agar kau selalu
(A)rungi hidup berbalut senyuman di hati
(D)oaku agar kau selalu
(I)ngat bahagia meski kadang hidup tak baik
saja
(N)yanyian ini bukan sekedar nada
(A)ku ingin kau mendengarnya
(D)engan hatimu, bukan telinga
(I)ngatlah ini bukan sekedar kata
(M)aksudnya kelak akan menjadi makna
(U)ngkapan cintaku dari hati
[fyi/suf]






