Surabaya (beritajatim.com) – Teka Teki keberadaan ijazah 44 eks karyawan Sentoso Seal Surabaya yang diduga ditahan oleh Jan Hwa Diana masih belum terjawab. Saat ini pihak penyidik dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim masih melakukan pendalaman untuk mengetahui dimana ijazah para eks karyawan Sentoso Seal.
Keberadaan ijazah dari para eks karyawan Sentoso Seal sempat ditanyakan oleh Wakil Menteri Ketenaga Kerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer bersama denga Wakil Walikota (Wawali) Surabaya Armuji saat sidak beberapa waktu lalu.
Namun, Jan Hwa Diana masih berkelit dan mengatakan dirinya tidak melakukan penahanan ijazah para karyawan. Wamenaker Immanuel Ebenezer pun sempat meminta salah satu eks karyawan untuk menceritakan kronologi penahanan ijazah oleh Sentoso Seal.
Dari keterangan sejumlah karyawan, Ijazah mereka diserahkan ke seorang karyawan Diana berinisial VR. Namun, VR juga berkelit saat dimintai keterangan oleh Wamenaker Immanuel Ebenezer.
“Kalau untuk ijazah itu sejauh ini kan kita akan meminta keterangan lebih lanjut. Apakah memang itu dikumpulkan oleh yang bersangkutan, atau mungkin ada staff-nya, ada karyawan lagi di bawahnya yang mengumpulkan. Jadi kita masih perlu mendalami lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, Rabu (30/04/2025).
Jules menjelaskan sampai saat ini pihaknya sudah memeriksa 5 saksi terkait kasus dugaan penahanan ijazah eks karyawan Sentoso Seal. 5 saksi itu terdiri dari korban, karyawan dan Jan Hwa Diana. Saat ini pihak penyidik sedang mengumpulkan alat bukti lain untuk menyelesaikan kasus ini.
“jadi yang bersangkutan (Jan Hwa Diana) sudah sempat datang. Saat ini kita akan mengumpulkan alat bukti lain (kasus UD Sentoso Seal). Nantinya (alat bukti tambahan) akan mendukung pembuktian terkait dengan tindak pidana yang dilakukan” imbuh Jules.
Ia juga memastikan laporan Jan Hwa Diana terhadap Wawali Surabaya Armuji sudah dicabut. Pihak Polda Jatim juga sudah melakukan klarifikasi terhadap Jan Hwa Diana terkait pencabutan laporan itu. Saat ini, Jules memastikan pihaknya akan terus memproses laporan yang dilakukan oleh eks karyawan Sentoso Seal.
“”Namun terhadap pelaporan oleh mantan karyawannya, tentu ini akan terus berproses, akan kita lanjutkan,” pungkasnya.
Diketahui, 44 karyawan eks Sentoso Seal Surabaya mendatangi Polda Jatim beberapa waktu lalu. Mereka datang ke Polda Jatim untuk melaporkan Jan Hwa Diana dan Seorang karyawan berinisial VR yang dianggap terlibat dalam dugaan kasus penahanan ijazah.
Polemik penahanan ijazah ini menjadi perhatian publik hingga Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer datang ke UD Sentoso Seal Surabaya di Jalan Margomulyo II, Asemrowo untuk meminta keterangan para karyawan dan Diana secara langsung.
Namun, hingga saat ini tidak diketahui secara pasti di mana letak ijazah yang diakui oleh 44 karyawan sempat diserahkan kepada salah satu pegawai Sentosa Seal berisinial VR.
Dari informasi yang dihimpun Beritajatim.com, Saat inspeksi mendadak (sidak) oleh Wamenaker Immanuel Ebenezer, Diana sempat diminta untuk mengembalikan ijazah 44 karyawan yang sempat ditahan.
Diana justru berkelit dan tidak bisa menunjukkan keberadaan ijazah. Bahkan, Wamenaker Immanuel Ebenezer sempat memanggil salah satu pegawai Sentoso Seal berinisial VR yang disebut oleh karyawan menerima ijazah saat proses wawancara.
VR mengakui mengenal karyawan yang menyebutnya menerima ijazah. Namun, VR hanya berkata bahwa pertanyaan terkait ijazah itu bukan wewenangnya untuk menjawab.
“Alasane mbulet. Wong mbulet iku (Diana),” kata Wakil Walikota Surabaya Armuji saat ditanya terkait keberadaan ijazah para karyawan.
Senada dengan Armuji, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Cahyo Harjo Prakoso juga mengatakan saat ditanya terkait dengan keberadaan ijazah 31 mantan karyawan itu, pihaknya mendapatkan jawaban yang berubah-ubah dari Jan Hwa Diana. Pemilik Sentosa Seal Surabaya itu dianggap menutup-nutupi fakta yang sebenarnya.
“Tidak ditunjukkan (Ijazahnya). Apakah hilang ? nah itu kami mendapatkan keterangan yang berbeda-beda. Ini yang menjadi catatan kami,” kata Cahyo saat diwawancarai Beritajatim.com. (ang/ted)






