Mojokerto (beritajatim.com) — Pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, akhirnya bisa mewujudkan impian mereka naik haji. Mereka adalah Sabar (61) dan Kustinayah (50), pasutri yang menabung selama 23 tahun.
Keduanya sehari-hari berjualan pisang di Pasar Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Mereka memulai menabung sejak tahun 2002 atau 23 tahun lalu. Uang hasil jualan disisihkan sedikit demi sedikit, mulai dari Rp10 ribu, Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, dan disimpan dalam celengan. “Mulai 2002 saya nabung, seadanya uang. Tahun 2012 baru mendaftar,” ujar Kustinayah, Selasa (29/4/2025).
Pada 2012, pasangan ini menyetorkan uang sebesar Rp25 juta ke Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) AR Rahmah, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Selain menabung, Kustinayah juga mengikuti arisan sebagai strategi untuk melunasi biaya haji secara bertahap.
“Ikut arisan juga, kumpulnya sedikit demi sedikit biar tidak keteteran. Saya tabung terus sampai lunas. Waktu mendaftar, suami saya, saya ajak saja. Dia tanya, ‘kamu ada uang tah?’ Dia tidak tahu saya sudah menabung selama 10 tahun. Saya jawab, ‘punya. Setelah itu, saya ajak menabung sedikit-sedikit,” katanya.
Keduanya akan berangkat melalui Kelompok Rombongan (Kloter) 12 Embarkasi Surabaya pada tanggal 6 Mei 2025 mendatang. Kuota jamaah haji kabupaten Mojokerto sendiri pada keberangkatan tahun 2025 ini, yakni sebanyak 1.249 Calon Jamaah Haji (CJH). [tin/kun]






