Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan bonus Rp 50 juta untuk peraih medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX, di Malang Raya, Juni-Juli 2025.
Sementara itu peraih medali perak bakal diganjar bonus Rp 20 juta, dan peraih medali perunggu memperoleh bonus Rp 10 juta.
Bupati Muhammad Fawait jauh-jauh hari sudah mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan olahraga di Jember agar minimal memperoleh prestasi yang sama dengan Porprov Jatim VIII 2023.
Saat itu kontingen Kabupaten Jember berhasil menduduki peringkat 15 dengan mendulang 16 medali emas, 14 perak, dan 33 perunggu. Sementara dalam Porprov Jatim VII saat menjadi tuan rumah, Jember merebut 20 medali emas, 17 peral, dan 45 perunggu.
Ada 23 cabor yang berhasil memperoleh medali pada Porprov 2023. Terbanyak adalah drum band dengan 6 emas dan 1 perak, disusul Wushu dengan 2 emas dan 4 perunggu, serta dance sport yang meraih 2 emas, 2 perrak, 1 perunggu.
Sementara itu, cabor lain yang masing-masing meraih satu emas adalah pencak silat, taekwondo, catur, tenis meja, atletik, dan shorinji Kempo.
“Hari ini masa-masa transisi. Saya tidak bisa memberi target muluk-muluk, karena saya cuma punya waktu (menjadi bupati dalam) hitungan bulan,” kata Fawait, dalam sebuah kesempatan.
Namun besarnya bonus yang menanti para atlet berprestasi, menurut Fawait, sudah cukup menunjukkan komitmen dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap dunia olahraga.
“Bonus ini naik drastis. Setara dengan bonus atlet peraih medali emas di Surabaya. Kenaikan bonus untuk peraih medali perak dan perunggu juga lumayan,” kata Fawait.
Fawait juga mengapresiasi pengurus cabang olahraga yang memberangkatkan atlet secara mandiri karena keterbatasan anggaran daerah.
“Saya agak kaget dengan semangat luar biasa, karena hari ini kita ada efisiensi. Mereka yang berangkat mandiri, kalau mendapat medali, tetap berhak memperoleh bonus yang sama dengan atlet yang dibiayai Pemkab Jember,” katanya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember Sutikno menyatakan siap melaksanakan amanat Bupati Fawait. “Kami berusaha profesional. Dengan kuota 252 orang atlet yang bisa dikover APBD, kami berusaha menjatuhkan pilihan (memilih atlet) yang tepat,” katanya, Minggu (27/4/2025).
KONI Jember menyiapkan 12 cabor unggulan untuk mendulang medali. “Namun meski cabor unggulan, atlet yang hendak dikirim kami filter lagi, data background dan prestasinya seperti apa. Jadi tidak serta-merta,” kata Sutikno.
“Kita bertanggung jawab kepada masyarakat Jember. Semua cabor semangatnya sama. Bagaimana dengan kuota efisiensi bisa tercapai prestasi sebaik mungkin,” kata Sutikno. [wir]






