Pasuruan (beritajatim.com) – Sebanyak 144 orang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan se-Kabupaten Pasuruan resmi dikukuhkan untuk masa khidmat 2025–2030. Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan pada Sabtu (26/4/2025) ini menjadi momen penting dalam memperkuat posisi MUI sebagai garda terdepan dalam menangkal radikalisme yang berkembang di akar rumput masyarakat.
Pengukuhan secara simbolis dilakukan kepada Ketua dan Sekretaris dari masing-masing MUI Kecamatan, yang mewakili keseluruhan struktur pengurus baru. Acara dipimpin langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, serta Wakil Bupati Shobih Asrori, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peran vital para ulama di masyarakat.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Pasuruan yang baru saja dikukuhkan. Selamat menyusun program kerja selama lima tahun ke depan,” ujar Mas Rusdi dalam sambutannya.
Dalam pidatonya, Bupati menekankan pentingnya penguatan kapasitas MUI di tingkat kecamatan untuk menghadapi tantangan zaman, termasuk dalam upaya menangkal penyebaran paham-paham radikal yang kerap menyusup melalui komunitas-komunitas kecil dan kegiatan keagamaan informal.
Ia menyebut bahwa peran strategis MUI Kecamatan tidak hanya terbatas pada penguatan akidah dan bimbingan umat, tetapi juga sebagai agen moderasi beragama dan penjaga harmoni sosial yang mampu menjangkau langsung masyarakat di lini paling bawah.
“Sebagai penguat akidah, peran MUI sangat besar. Terutama untuk mengingatkan seluruh umat Islam di Kabupaten Pasuruan agar tetap berpegang teguh pada apa yang ada dalam Al Quran dan Hadits,” tegas Mas Rusdi.
Lebih lanjut, ia berharap pengurus MUI yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menangkal berbagai potensi penyebaran ideologi intoleran dan radikalisme. Menurutnya, pendekatan kultural dan religius berbasis komunitas yang dilakukan oleh MUI Kecamatan jauh lebih efektif untuk menjaga ketahanan ideologis masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh pengurus MUI untuk memberikan saran dan kritik konstruktif dalam rangka menjalankan roda pembangunan yang pro terhadap rakyat. Ia meyakini, dengan keikhlasan dan ketulusan para ulama, MUI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ideologis di daerah.
“Karena MUI itu kumpulan dari orang-orang yang sangat ikhlas. Maka dari itu, bila ada masukan yang konstruktif bisa langsung disampaikan ke kami agar Kabupaten Pasuruan terus maju dengan program dan kebijakan pro rakyat,” tandasnya. (ada/ian)






