Jakarta (beritajatim.com) – Nama Letnan Jenderal TNI (Purn.) AM Putranto kini semakin dikenal luas di kancah nasional, terutama setelah amanah besar diemban sebagai Kepala Staf Kepresidenan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak Oktober 2024. Namun, di balik jabatan strategis tersebut, terbentang rekam jejak pengabdian panjang dan cemerlang seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang telah malang melintang di berbagai medan tugas, baik militer maupun sipil.
Lahir di Jember, Jawa Timur, 26 Februari 1964, AM Putranto tumbuh dalam lingkungan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan cinta tanah air. Setelah menamatkan pendidikan menengah atas, ia memilih jalan pengabdian melalui Akademi Militer (Akmil).
Keputusannya terbukti tepat, karena ia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan lulus sebagai salah satu yang terbaik, menduduki peringkat empat besar pada tahun 1987. Fondasi pendidikan militer yang kokoh inilah yang kemudian mengantarkannya pada karier yang penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Perjalanan karier militer AM Putranto terentang luas, mencakup berbagai penugasan strategis di berbagai satuan tempur, teritorial, dan pendidikan. Sebagai seorang perwira infanteri, ia memulai kariernya dengan memimpin berbagai komando di tingkat bawah hingga menengah.
Kemampuan kepemimpinannya yang menonjol membawanya untuk dipercaya memegang tampuk komando satuan elite seperti Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Trisula di bawah Divisi Infanteri-2/Kostrad. Di satuan ini, ia menempa prajurit-prajurit lintas udara yang memiliki kemampuan tempur dan mobilitas tinggi.
Jiwa kepemimpinannya juga terasah saat ia menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akademi Militer. Di sinilah ia memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan mental para calon pemimpin masa depan TNI, menanamkan nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Pengalaman teritorial juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Komandan Korem 061/Surya Kencana Kodam III/Siliwangi, bertanggung jawab atas keamanan dan stabilitas di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kemampuannya dalam berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat sipil menjadi modal berharga dalam menjaga kondusifitas wilayah.
Kiprah AM Putranto tidak hanya terbatas di dalam negeri. Ia juga mendapatkan kepercayaan untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian internasional sebagai bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada tahun 2007-2008. Pengalaman bertugas di lingkungan multinasional ini tentu memperkaya wawasan dan perspektifnya dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Salah satu momen penting yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan koordinasi AM Putranto adalah ketika ia memimpin langsung operasi Search and Rescue (SAR) evakuasi pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak pada 2012. Dalam kondisi geografis yang sulit dan penuh risiko, ia berhasil memimpin tim gabungan untuk menemukan dan mengevakuasi korban, menunjukkan ketanggapan dan dedikasinya dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Karier militernya terus menanjak, dengan dipercaya mengemban amanah sebagai Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian TNI. Di sini, ia bertanggung jawab dalam mempersiapkan dan memberangkatkan personel TNI untuk berbagai misi perdamaian di bawah bendera PBB. Selanjutnya, ia memimpin salah satu kekuatan tempur utama TNI AD sebagai Panglima Divisi Infanteri I/Kostrad, sebelum akhirnya memegang komando wilayah sebagai Panglima Kodam II/Sriwijaya yang meliputi Sumatera bagian selatan.
Puncak karier militernya sebelum memasuki masa purna tugas adalah ketika menjabat sebagai Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD (Kodiklat TNI AD). Di lembaga pendidikan tertinggi di TNI AD ini, AM Putranto memiliki peran sentral dalam merumuskan dan mengimplementasikan berbagai kebijakan terkait doktrin, pendidikan, dan latihan seluruh prajurit TNI Angkatan Darat, berkontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia TNI AD.
Setelah mengakhiri pengabdian di militer pada 2022 dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, semangat AM Putranto untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara tidak surut. Kedekatannya dengan Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto, membawanya untuk mengemban tugas sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan untuk Matra Darat Bidang Alutsista, menunjukkan bahwa keahlian dan pengalamannya masih dibutuhkan dalam lingkup pertahanan negara.
Di luar dunia militer dan pemerintahan, AM Putranto juga dikenal memiliki minat yang besar di dunia otomotif, khususnya olahraga offroad. Kecintaannya pada dunia yang penuh tantangan ini bahkan membawanya untuk menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2021-2024. Ia juga aktif dalam mengembangkan komunitas dan fasilitas offroad, terutama di wilayah Sumatera Selatan.
AM Putranto aktif membina komunitas offroad untuk saling berbagi. Hal ini menjadikannya tokoh yang dihormati di kalangan pecinta otomotif. Atas kontribusinya ini, ia bahkan menerima penghargaan Indonesian Automotive Figure dari IMI.
AM Putranto juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Vertical Rescue Indonesia. Saat mengampu jabatan ini, AM Putranto kembali menorehkan prestasi, dengan mengambil inisiatif untuk pembangunan 1.000 jembatan gantung Bersama Methodist 90 Go Charity.
Jejak langkahnya juga sempat menyentuh BUMN. Pada Maret 2024, ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pindad (Persero), menunjukkan kepercayaan negara terhadap kemampuannya dalam mengawasi dan memberikan arahan strategis bagi industri pertahanan.
Saat berkiprah di Pindad, AM Putranto terlibat dalam penyempurnaan prototipe Maung. Dia juga berperan besar pada upaya membumikan Maung sebagai kendaraan operasional militer.
AM Putranto juga merupakan sosok di balik suksesnya penyambutan Pemimpin Umat Katolik Dunia, Paus Fransiskus, saat kunjungan ke Indonesia. Dialah yang menciptakan desain khusus Maung yang digunakan untuk kendaraan Sri Paus selama di Indonesia. Dia jugalah yang berinisiatif mengusulkan Maung sebagai kendaraan dinas Kepresidenan saat pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Puncak dari perjalanan pengabdian AM Putranto adalah ketika ia mendapatkan amanah untuk menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penunjukan ini tentu didasari oleh rekam jejak kepemimpinan yang solid, pemahaman mendalam tentang dinamika organisasi dan manajemen, serta jaringan yang luas yang dimilikinya. Sebagai Kepala Staf Kepresidenan, ia memiliki peran krusial dalam mengkoordinasikan berbagai kebijakan dan program pemerintah, memastikan komunikasi yang efektif antara presiden dengan berbagai kementerian dan lembaga, serta mengawal implementasi visi dan misi presiden.
Atas dedikasinya, beritajatim.com dengan bangga memberikan penghargaan khusus Beritajatim Award 2025 kepada Letjen. TNI (Purn,) AM Putranto sebagai The Most Initiative and Inspiring Leader. [beq]






