Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam menjalankan program Sekolah Rakyat. Dalam kunjungannya ke Kampus Unesa Lidah Wetan, ia meninjau langsung fasilitas yang telah disiapkan.
Unesa telah menyiapkan Gedung Laboratorium Anti-Doping yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk ruang kelas, pusat kebugaran dan olahraga, serta pusat pengembangan seni budaya. Asrama Unesa juga telah disiapkan untuk mengakomodasi para siswa.
Ia menilai Unesa telah menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berdampak. “Fasilitas Unesa sangat memadai, ramah untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Khofifah, ditulis Sabtu (19/4/2025).
Rektor Unesa, Nurhasan, menyatakan kesiapan Unesa untuk menampung 150 siswa SMA pada Juli 2025. Sekolah Rakyat Unesa akan memiliki ciri khas ramah disabilitas, unggulan di bidang seni budaya, dan olahraga.
Konsep Sekolah Rakyat Unesa akan dipresentasikan dalam Rakor Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada 29 April 2025. “Dengan berbagai persiapan itu, Unesa siap menampung 150 siswa SMA,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa pembelajaran di Sekolah Rakyat Unesa akan berbasis nilai, karakter, dan keahlian. Siswa berprestasi akan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Unesa.
Program ini akan terintegrasi dan holistik, berkelanjutan hingga ke perguruan tinggi atau industri. Sekolah Rakyat Unesa tahap pertama akan difokuskan di Kampus Lidah Wetan, kemudian dilanjutkan di Kampus Gedangan.
“Sistem Sekolah Rakyat di Unesa yaitu terintegrasi, holistik, dan berkelanjutan hingga ke perguruan tinggi atau industri. Sekolah Rakyat tahun pertama ini difokuskan di Kampus Lidah Wetan dulu. Berikutnya akan dilaksanakan di Unesa Kampus Gedangan,” tandasnya. [ipl/kun]






