Jember (beritajatim.com) – Alun-alun Jember Nusantara dipuji ramah disabilitas. Sementara gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, dikritik karena susah diakses penyandang disabilitas.
Ketua Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember Mohammad Zainuri Rofi’i bersyukur, alun-alun Jember Nusantara sudah bisa diakses penyandang disabilitas.
“Tapi saya mengkritisi gedung DPRD. Mulai 2003 saya sudah saya sudah mengatakan pengguna kursi roda kesulitan sekali mengakses gedung DPRD,” katanya, dalam rapat Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Ranwal RPJMD) 2025-2029, di gedung DPRD Kabupaten Jember, Rabu (16/4/2025).
Teguh Kasiyanto, Sekretaris National Paralympics Committee Indonesia (NPCI) Jember, kecewa karena setelah sembilan tahun peraturan daerah tentang disabilitas disahkan, Jember masih tak ramah terhadap kaum difabel.
“Kita dulu digadang-gadang sebagai kabupaten yang paling pertama menginisiasi adanya perda. Ternyata sampai 9 tahun kemudian aplikasinya masih sangat minim. Bahkan gedung Dewan ini sampai hari ini sangat tidak aksesibel,” kata Teguh.
“Saya kira penting untuk peningkatan aksesibilitas itu bukan hanya di ruang-ruang publik, bukan hanya ada di ruang terbuka hijau. Tapi (aksesibilitas) di gedung-gedung pemerintahan, dari tingkat kabupaten sampai desa seharusnya sudah terwadahi dalam penyusunan RPJMD,” kata Teguh. [wir]






