Jember (beritajatim.com) – Badan Kebudayaan Nasional (BKN) menolak rencana peleburan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sebagaimana isi revisi Peraturan Daerah Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Kami menilai peleburan itu tidak bijak. Pasalnya menangani kebudayaan dan olahraga itu berbeda. Apalagi di Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sudah jelas aturannya,” kata Ketua BKN Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Catur Budi Prasetyo, Jumat (11/4/2025).
Catur mengingatkan, setiap daerah memiiki budaya dengan kandungan nilai pendidikan, dan nilai sosial. “Negara menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya,” katanya.
Peleburan dua dinas yang berbeda tugas pokok dan fungsi tersebut berpotensi menyebabkan sektor kebudayaan ditangani maksimal. “Budaya yang memiliki nilai investasi tinggi tidak bisa ditangani asal-asalan. Sebab ada sejarah yang tidak bisa dihilangkan saat terciptanya budaya di setiap wilayah,” kata Catur.
Catur mengatakan, tidak semua pemangku kebijakan memahami pemajuan kebudayaan nasional sebagai investasi masa depan membangun peradaban bangsa. Padahal, lanjutnya, berkepribadian secara sosial budaya merupakan modal penting dalam hidup bernegara selain berdaulat secara politik dan berdikari secara ekonomi.
“Berkepribadian secara sosial budaya menjadi penting tatkala imperialisme semakin merangsek, tak hanya di sektor politik maupun ekonomi. Globalisasi menyebabkan dunia menjadi miyur tanpa sekat,” kata Catur.
Dengan melemahnya sektor kebudayaan karena penggabungan dinas, Catur khawatir, infiltrasi budaya asing begitu mudah terjadi dan menggoyahkan sendi-sendi kebudayaan lokal. “Dalam dunia yang tak lagi pejal ini, dibutuhkan upaya untuk mengukuhkan identitas kebangsaan melalui upaya nation and character building,” katanya.
Menurut Catur, di sinilah pentingnya sektor kebudayaan menjadi dinas tersendiri seperti selama ini. “Kami meminta Bupati Muhammad Fawait untuk mencabut kembali keputusan peleburan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga agar karakter wilayah melalui budaya dapat ditandai sebagai jati diri masyarakatnya,” katanya. [wir]







2 Komentar
Kalo semua merasa penting dan merasa bisa mengatur , gmn pemerintah daerah bisa jalan ya. Mengkritisi mmg boleh, tapi bukan asal setuju atau tidak setuju. Kritik yg konstruktif diperlukan. Jember sudah terlambat sekali dibanding daerah laen di jawatimur hampir dalam semua parameter pembangunan, kekompakan semua unsur daerah untuk mendukung pemda demi perkembangan jember yg lebih baik diperlukan. Ayok lebih kompak untuk Jember lebih baik. Buat Bupati baru, juga bisa lbh mendengarkan masuk-masukan dan memilih team berdasarkan meritokrasi dan track record yg solid demi kemajuan jember yg lbh cepat.
Setahu saya.yang digabung.ke.Dispora adalah Pariwisata, Sedangkan.Kebudayaan digabung ke Dinas Pendidikan. Tolong dipelajari dulu rencana penggabungan OPD sebelum buat pernyataan yg membingungkan pembaca