Ngawi (beritajatim.com) – Ada hajatan apa di Mal Pelayanan Publik Ngawi? Kesan pertama usai masuk area parkir di belakang gedung MPP. Ratusan sepeda motor dan belasan mobil berada di area parkir, sudah mirip parkiran saat ada hajatan besar.
Namun, ternyata itu kendaraan masyarakat yang menikmati layanan di MPP Ngawi, dekat Tugu Kartonyono itu. Total sehari sampai 800 hingga 1.000 orang yang memanfaatkan ratusan pelayanan. Mereka silih berganti memasuki ruang pelayanan di MPP Ngawi yang dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Lahan parkirnya sudah nyaris seluas lapangan sepak bola. Meski belum ada kanopi yang menaungi. Namun, keberada beberapa juru parkir membuat kendaraan pengunjung bisa parkir rapi. Saat hendak meninggalkan lokasi tak susah mengeluarkan kendaraan.
Sistem keluar masuknya pun rapi. Kendaraan masuk dari depan atau Jalan PB Sudirman, langsung masuk area parkir. Jika hendak keluar, langsung menuju ke Jalan Brawijaya. Tak mungkin ada kendaraan yang papasan. Sehingga, para pengunjung yang membawa kendaraan nyaman.
Lahan parkirnya pun full paving. Usai hujan tak mungkin ada air menggenang. Meski saat hujan turun, kendaraan pasti kehujanan.
Untuk gedung MPP ada dua sayap, dan terdiri atas dua lantai. Sayap barat lantai satu, ada coworking space dan ruang kerja Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wabup Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. Sementara, sayap timur ada 12 stan yang dimanfaatkn oleh para pelaku UMKM lokal. Kemudian, lantai dua sayap kanan dan kiri merupakan ruang pelayanan.
MPP Ngawi juga menyediakan fasilitas ruang tunggu yang representatif untuk para pengunjung. Sofa memanjang tiga baris. Empuk dan ruangan ber-AC. Ruang pelayanan berada di lantai dua MPP. Total ada 42 layanan publik yang bisa dimanfaatkan dalam satu tempat.
Mulai layanan adminduk, perbankan, hingga pelayanan lainnya. Bahkan, untuk urusan paspor pun, masyarakat Ngawi bisa mengurus. Meski layanannya hanya tersedia di hari-hari tertentu saja.
Adapun inilah pelayanan yang tersedia di MPP Ngawi:
- BAZNAS
- BPJS Kesehatan
- BPJS Ketenagakerjaan
- PT. Taspen (Persero)
- Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah
- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana
- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)
- Dinas Kesehatan
- Badan Keuangan Daerah
- Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK)
- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
- Dinas Sosial
- Dinas Perhubungan
- Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
- Dinas Lingkungan Hidup
- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
- Bank Jatim
- Bank Syariah Ngawi
- BRI
- POS
- KPP Pratama
- Kejaksaan Negeri
- Pengadilan Negeri
- KB Samsat
- Polres Ngawi
- Kementerian Agama
- Pengadilan Agama
- Imigrasi KLS II Non TPI Madiun
- Kantor Pertanahan
- Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM)
- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
- Pegadaian
- PLN
- Statistik
- Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian
Kemudian, untuk fasilitas berupa:
- Akses Disabilitas
- Kamar Mandi Difabel
- Mushola
- Pojok Baca Digital
- Ruang Laktasi
- Ruang Pengaduan
- Tempat Bermain Anak
- UMKM

Saat naik ke ruang pelayanan, disambut petugas yang membantu masyarakat untuk mengantre. Ada monitor raksasa yang bisa digunakan untuk mendaftar antrean. Di monitor tersebut juga menunjukkan daftar tunggu antrean hingga antrean yang saat itu dilayani.
Petugas juga memastikan persyaratan yang dibawa sudah sesuai dengan layanan yang dibutuhkan. Utamanya untuk layanan adminduk yang harus lengkap. Jika butuh menggandakan dokumen, ada layanan fotokopi dan alat tulis di lantai satu dekat tangga menuju lantai dua.

Setelah syarat dipastikan lengkap, masyarakat bisa langsung menunggu antrian di lounge ruang tunggu. Jika hendak membeli minuman dan makanan ringan, pengunjung bisa meninggalkan ruang tunggu untuk ke lantai satu. Banyak pilihan makanan dan minuman yang bisa dinikmati.
Jika sudah giliran antrean, maka akan dipanggil menggunakan speaker yang terdengar ke sluruh penjuru gedung. Para pengguna layanan bisa kembali ke lantai dua untuk mendapatkan layanan sesuai kebutuhan.
Ratusan orang memanfaatkan pelayanan di MPP tiap harinya. Termasuk salah satunya Krisna Dwi Cahyanto. Dia mengaku cukup puas dengan pelayanan meski antre cukup lama.
“Antriannya cukup lama. Karena banyak sekali pemohon layanan di adminduk. Saya tadi ambil KTP, baru bikin KTP. Sebelumnya mengurus di kecamatan. Kemudian ambilnya di sini. Tapi lokasi antrenya cukup nyaman. Jadi, tetap santai meski agak lama,” kata Krisna.
Apresiasi Pelaku UMKM Ngawi, Kenalkan Produk di Stand MPP Ngawi

Usai mendapatkan layanan, masyarakat tak langsung menuju lahan parkir. Mereka diarahkan untuk menyusuri lorong stan UMKM di sayap kiri gedung MPP. Stand UMKM ini tak hanya menjual oleh-oleh dan souvernir khas Ngawi. Ada pula kebutuhan pokok hingga jajanan.
Masyarakat bisa langsung membeli produk. Pembayarannya pun tak harus tunai. Pera pedagang menerima pembayaran nontunai menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Ruangan tersebut juga full AC dan sangat nyaman bagi oengunjung yang ingin makan di tempat.
Mayoritas para pedagang UMKM tersebut merupakan anggota Perhimpunan UMKM Ngawi (PUN). Jika tak bisa menyewa stand, mereka bisa menitipkan produknya di salah satu stand. Inilah kesempatan mereka memperluas jangkauan pelanggan dan memperkenalkan produknya.
Salah seorang pelaku UMKM Ngawi, Siti Nurhalimatus Sa’dyah, mengaku memgapresiasi Pemkab Ngawi yang telah memberikan kesempatan UMKM untuk mengenalkan produk dan menyediakan lokasi usaha yang nyaman.
“Saya di sini menjaga stand, untuk usaha saya sendiri yakni dimsum ya. Tiap hari pasti ada orderan dari para instansi yang menyediakan layanan di MPP ini. Kemudian, ada juga dagangan dari rekan sesama pelaku UMKM yang dititipkan di stand ini,” kata wanita yang lekat disapa Dyah itu.
Menurutnya, setiap hari pengunjung selalu ramai. Dagangannya juga banyak habis terjual. Meski untuk oleh-oleh khas Ngawi tidak banyak pembeli tiap harinya.
“Makanan basah ya biasanya yang memang ramai begitu. Kami juga menjual es teh dan kopi untuk para pengunjung. Bisa di makan di tempat juga,” katanya.
“Tentu sebagai pelaku UMKM kami sangat terbantu ya. Selain meningkatkan penjualan produk, kami juga juga bisa mengenalkan produk kami lebih luas lagi,” pungkasnya. [fiq/beq]






