Malang (beritajatim.com) – Usai masa mudik panjang Lebaran, masyarakat diimbau untuk tidak langsung menggunakan kendaraan tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh. Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ir. Iis Siti Aisyah, ST, MT, Ph.D, menekankan pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan demi mencegah kecelakaan lalu lintas, khususnya akibat rem blong.
“Keamanan perjalanan harus jadi prioritas utama. Banyak kecelakaan terjadi karena kelalaian memeriksa kendaraan, terutama sistem rem. Ini sangat berisiko setelah perjalanan panjang seperti mudik,” ujar Iis dalam keterangan resminya, Jumat (11/4/2025).
Ia menjelaskan, sistem rem adalah komponen vital yang wajib di cek terlebih dahulu. Mulai dari memeriksa cairan rem, memastikan kampas rem tidak aus, hingga mengganti minyak rem secara berkala.
Penggunaan rem pun harus bijak dan hindari pengereman mendadak dan berulang dalam jarak dekat, serta jangan membawa muatan berlebihan yang dapat menurunkan daya cengkram rem.
Tak hanya sistem rem, Iis juga menyarankan pemilik kendaraan melakukan pemeriksaan pada bagian ban. Pastikan tekanan udara sesuai dan alur ban masih dalam kondisi baik. Ban aus dapat menyebabkan kebocoran bahkan pecah ban di jalan.
Mesin pun harus dicek secara menyeluruh, termasuk oli dan radiator. “Idealnya oli diganti setiap 5.000–10.000 km atau minimal enam bulan sekali. Oli kotor bisa merusak mesin, dan cairan radiator yang kurang dapat menyebabkan overheat,” jelasnya.
“Sistem kelistrikan juga penting untuk diperhatikan, termasuk lampu depan, lampu rem, dan sein. Lampu yang tidak berfungsi bisa sangat berbahaya di malam hari atau saat hujan,” tegasnya.

Iis juga mendorong agar perempuan, terutama para ibu, turut memahami dasar-dasar perawatan kendaraan. Menurutnya, hal ini penting agar bisa lebih mandiri dan dapat mengingatkan anggota keluarga lain jika terjadi kerusakan pada kendaraan.
“Setidaknya tahu hal dasar seperti mengecek oli, air radiator, dan tekanan ban. Jangan sepenuhnya bergantung pada orang lain,” katanya.
Selain aspek teknis, kenyamanan juga perlu diperhatikan. Pastikan AC berfungsi normal agar tidak mengganggu kenyamanan saat berkendara, terutama di cuaca panas. Periksa pula suara AC untuk memastikan tidak ada masalah pada fan blower atau kompresor.
Tak kalah penting, siapkan perlengkapan darurat seperti kotak P3K, ban cadangan, dongkrak, kabel jumper, segitiga pengaman, hingga alat pemadam api ringan (APAR). Dokumen kendaraan seperti STNK, SIM, dan bukti asuransi juga harus aktif dan dibawa setiap bepergian.
“Keselamatan bukan hanya soal berkendara dengan hati-hati, tapi juga kesiapan kendaraan itu sendiri,” tutup Iis. (dan/but)






