Bangkalan (beritajatim.com) – Seorang anak perempuan berinisial NA (10), warga Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, harus berhenti sekolah sejak dua tahun terakhir akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Kondisi NA semakin memprihatinkan karena belum pernah tersentuh bantuan sosial, meski hidup bersama neneknya setelah ditinggal sang ibu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Wibagio, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke rumah NA dan melakukan pendataan atas kondisinya.
“NA saat ini sudah tidak bersekolah dikarenakan sakit yang sering kambuh,” ujarnya, Senin (7/4/2025).
Wibagio menjelaskan bahwa NA saat ini tinggal bersama neneknya, Hanatun, yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem Nasional (DTSEN) dan Sidaya Sehati. Namun, NA sendiri belum masuk dalam Kartu Keluarga neneknya sehingga tidak terdata sebagai penerima bantuan.
“Selain itu, kami akan berusaha mengusulkan ke Kemensos RI untuk mendapatkan bantuan PKH ataupun BPNT, serta Bantuan Sosial Asistensi anak terlantar,” ungkapnya.
Terkait penanganan kesehatan, Wibagio menambahkan bahwa NA sudah mendapatkan pelayanan medis dari RSUD Syamrabu melalui program Universal Health Coverage (UHC). Untuk mendukung pendidikan NA, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Pendamping Sosial PKH agar anak tersebut dapat kembali melanjutkan sekolah.
“Kami akan upayakan agar anak ini bisa sekolah lagi,” pungkasnya. [sar/beq]






