Jember (beritajatim.com) – Insan olahraga berharap Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa menggratiskan sewa venue atau arena pertandingan. Saat ini, venue olahraga dikenakan tarif sewa sesuai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Sebaiknya ada kebijakan yang mempermudah insan olahraga. Kalau semangat olahraga untuk negara, tentunya negara perlu hadir,” kata Ervan Priambodo, Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Kabupaten Jember, Minggu (30/3/2025).
Selama ini semua cabang olahraga bisa beraktivitas dan membina atlet karena adanya perhatian dari sosok ketua masing-masing. “Mereka secara simultan mendedikasikan hidup untuk olahraga. Sekali waktu tidak ada sosok ketua yang aktif, cabang olahraga itu bisa vakum, seperti Akuatik yang vakum selama dua tahun,” kata Priambodo.
Pemerintah tidak boleh membiarkan sosok-sosok itu berjuang sendirian membangun olahraga di Jember. Apalagi mereka juga mengeluarkan dana pribadi tidak sedikit agar sebuah cabang olahraga bisa berkembang.
Pembebasan biaya sewa, menurut Priambodo, akan meringankan beban mereka. Dia mencontohkan cabor bulutangkis yang selama beberapa tahun sebelumnya mendapat pembebasan biaya sewa sehingga bisa berlatih dan membina atlet-atlet muda.
“Kami selama ini mengelola olahraga tanpa mengharapkan benefit dan organisasi kami berorientasi non profit,” kata Priambodo.
Priambodo meminta Pemkab Jember melakukan studi tiru di Surabaya. “GOR Sudirman milik Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya. Tapi hak pengelolaan diserahkan kepada PBSI Jawa Timur. Bukan gratis lagi. Kalau bicara bahwa pembinaan olahraga milik negara, itu sangat relevan,” katanya.
Priambodo mencontohkan juga komitmen Anies Baswedan yang membangun Jakarta International Stadium diperuntukkan kandang Persija Jakarta. “Di Jember kenapa ribet-ribet, PSSI mau latihan susah. Berikan saja hak pengelolaannya,” katanya. [wir]






