Tuban (beritajatim.com) – Fenomena nikah malam songo yang dipercaya sebagai hari baik oleh masyarakat di Kabupaten Tuban masih diminati tahun ini. Ratusan calon pengantin memilih melangsungkan akad nikah pada malam songo yang jatuh pada 28 Maret 2025, malam 29 Ramadan, menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, mengungkapkan bahwa tren pernikahan di malam songo selalu meningkat setiap tahunnya.
“Hal ini karena kepercayaan masyarakat Jawa yang menganggap malam songo merupakan hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan,” tutur Umi Kulsum.
Masyarakat meyakini bahwa malam 29 Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, terutama bagi pasangan yang menikah.
“Maka dari itu, malam 29 ini jumlah pendaftaran pernikahan melonjak,” kata Umi.
Untuk mengantisipasi tingginya jumlah pasangan yang menikah, Kemenag Tuban telah menyiapkan 34 penghulu yang akan dikerahkan ke berbagai lokasi agar semua pasangan dapat dilayani dengan baik.
“Mulai pukul 05.00 pagi sampai selesai, kami akan layani dan sudah berkoordinasi dengan seluruh KUA serta penghulu untuk memastikan semua proses berjalan lancar,” jelasnya.
Para penghulu juga akan berbagi tugas agar tidak ada pasangan calon pengantin yang terlewat, mengingat jumlahnya sangat banyak.
“Jumlah pasangan tahun ini ada 425 dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Soko sebanyak 48 pasangan, sementara paling sedikit di Kecamatan Bancar dengan 4 pasangan,” imbuhnya.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, apabila pasangan menikah dan melangsungkan akad nikah di rumah, mereka dikenakan biaya sebesar Rp 600.000. Namun, jika dilaksanakan di KUA, maka gratis atau tidak dipungut biaya.
Sebagai informasi, sebanyak 425 pasangan calon pengantin tersebar di berbagai kecamatan, antara lain KUA Tuban (21 pasangan), KUA Palang (47), Jenu (13), Merakurak (16), Semanding (44), Tambakboyo (6), Kenduruan (8), Soko (48), Grabagan (12), Jatirogo (11), Senori (5), Montong (11), Singgahan (10), Bangilan (12), Plumpang (47), Parengan (36), Widang (46), Bancar (4), Kerek (8), dan Rengel (20). [ayu/beq]






