Pacitan (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga daging sapi di sejumlah pasar di Pacitan mengalami kenaikan signifikan. Pada Kamis (27/3/2025), harga daging sapi berkisar antara Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
Tetapi, permintaan terhadap daging sapi justru anjlok. Banyak pedagang mengeluhkan sepinya pembeli.
“Nggak ada orang beli, dari tadi pagi ya seperti ini, pasar sepi banget,” kata Yuni, salah seorang pedagang di Pasar Arjawinangun, Kamis (27/3/2025).
Fenomena sepinya pasar tradisional menjelang Lebaran ini diduga dipengaruhi beberapa faktor yang menyebabkan daya beli masyarakat melemah. Selain faktor ekonomi, dampak Penyakit Mulut dan Kuku
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan, Sugeng Santoso memperkirakan permintaan akan meningkat sejak H-4 Lebaran, dengan harga tertinggi bisa mencapai Rp150 ribu per kilogram.
“Kenaikan permintaan daging sapi menjelang Lebaran memang selalu terjadi. Tahun ini, stok daging masih mencukupi meskipun harga terus meningkat,” ujarnya.
Di sisi lain, kondisi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pacitan semakin kondusif, yang turut mendorong peningkatan permintaan daging. “Alhamdulillah, masalah PMK semakin terkendali, dan jumlah ternak yang sakit juga berkurang,” tambah Sugeng.
Berdasarkan laporan sementara, sekitar 42 ekor sapi akan disembelih saat Lebaran oleh para jagal. Sebagian dari mereka memilih menyembelih sapi di luar rumah potong hewan. [tri/beq]






