Valencia (beritajatim.com) – Lamine Yamal kembali mencuri perhatian dunia sepak bola. Dalam laga perempat final UEFA Nations League antara Spanyol dan Belanda yang berlangsung di Estadio Mestalla, Valencia, dini hari tadi, Yamal mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi tersebut. Gol yang dicetaknya pada usia 17 tahun 253 hari memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh rekan setimnya, Gavi, yang mencetak gol pada usia 17 tahun 304 hari tiga tahun lalu.
Pertandingan tersebut berakhir imbang 3-3 hingga perpanjangan waktu, memaksa kedua tim melanjutkan ke babak adu penalti. Yamal, yang berperan sebagai penyerang sayap untuk FC Barcelona, mengalami momen menegangkan ketika gagal mengeksekusi penalti. Dari enam eksekutor Spanyol, hanya Yamal yang tidak berhasil mencetak gol. Beruntung, dua dari enam eksekutor Belanda juga gagal, sehingga Spanyol berhasil melaju ke semifinal dengan kemenangan 5-4 dalam adu penalti.
Cadena SER
Setelah pertandingan, Yamal mengunggah kolase foto di akun Instagram pribadinya. Menariknya, pada slide ketujuh, terdapat foto mantan gelandang Belanda, Rafael van der Vaart. Ternyata, unggahan tersebut merupakan respons Yamal terhadap kritik yang sebelumnya dilontarkan oleh Van der Vaart. Mantan pemain Real Madrid itu sempat mengomentari minimnya usaha Yamal di lapangan dan menyoroti gaya bermainnya yang mengenakan celana di bawah pinggang.
Dalam unggahannya, Yamal menuliskan takarir: “Celana diturunkan, cetak gol, penalti gagal, dan LOLOS SEMIFINAL HEHEHEHE VAMOS ESPANA!” Unggahan ini menunjukkan bahwa Yamal mampu merespons kritik dengan cara yang unik dan percaya diri. [dio/beq]






