Bondowoso (beritajatim.com) – Komunitas Bondowoyo dan Piramid bak dijuluki sebagai ‘Pandawara’ dari Kabupaten Bondowoso.
Kedua komunitas ini concern di bidang lingkungan. Aksi nyata dilakukan. Mulai dari membersihkan sampah di sungai, masjid hingga alun alun RBA Ki Ronggo Bondowoso selama bulan puasa Ramadhan.
Jangan heran, usai berbuka puasa di kawasan alun-alun terdapat beberapa anak muda keliling membawa plastik besar.
Para pengunjung yang membawa sampah diharapkan membuang sampahnya ke plastik. Bukan dibuang sembarangan. Sampah dicegah berserakan.
Bondowoyo dan Piramid pada Jumat (21/3/2025) malam kembali menunjukkan aksinya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membantu petugas kebersihan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Zainullah, perintis dan dewan pembina komunitas Bondowoyo, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat lebih sadar akan kebersihan.
“Kami melihat setelah buka puasa bersama masih banyak sampah yang tertinggal. Jadi kami ingin membantu petugas kebersihan sekaligus mengedukasi masyarakat,” ujarnya kepada BeritaJatim.com, Jumat (21/3/2025) malam.
Bondowoyo merupakan komunitas yang berdiri sejak 2019 dan saat ini memiliki sekitar 30 anggota dari berbagai kecamatan di Bondowoso.
Selain membersihkan alun-alun, mereka juga rutin melakukan aksi bersih-bersih di masjid setiap Minggu serta berpartisipasi dalam peringatan Hari Air Sedunia dengan membersihkan sungai.
Keaktifan mereka dalam aksi kebersihan membuat Bondowoyo dijuluki sebagai “Pandawara” dari Bondowoso, merujuk pada kelompok anak muda yang viral karena kegiatan bersih-bersih di berbagai daerah.
Dengan semangat gotong royong dan aksi nyata, mereka berupaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Mulyadi, mengapresiasi aksi Bondowoyo dan Piramid.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” katanya dikonfirmasi terpisah. (awi/ian)






