Bojonegoro (beritajatim.com) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Eny Soedarwati wafat saat menjalankan ibadah umrah. Politisi dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meninggal usai terlibat kecelakaan bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan.
Kecelakaan tersebut terjadi di Wadi Qudeid atau Madinah-Mecca Road, berjarak sekitar 150 kilometer dari Kota Jeddah, Kamis (20/03/2025) pukul 13.30 waktu setempat atau pukul 17.30 WIB.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Abdulloh Umar mengatakan, sosok Almarhumah Eny dalam pandangan Umar dikenal sebagai pejuang partai yang tangguh sejak 2009. Terakhir Eny Soedarwati duduk di Komisi B DPRD Bojonegoro.
Sedangkan dalam lingkup internal partai Eny menjabat Ketua Perempuan Bangsa. Ia memiliki dedikasi penuh dan tanggung jawab yang sangat besar, serta politikus perempuan yang begitu bersemangat.
Umar masih mengingat, dalam acara Safari Ramadan PKB Jawa Timur, ketika sosialisasi muktamar, Eny adalah ketua panitia. Kala itu dalam rapat koordinasi terakhir, Eny sempat berpamitan, dan minta maaf tidak dapat mengikuti acara, serta minta doa karena mau berangkat umrah.
Keberangkatan umrohnya pada 16 Maret 2025 kebetulan bertepatan dengan acara. “Tetapi sebelum berangkat umroh, almarhumah sangat intensif melaporkan setiap progres acara dan sempat menuntaskan tugas sebagai Ketua Panitia Safari Ramadan dan Sosialisasi Hasil Muktamar 2024 di BMT Ngasem dan acara berjalan sangat sukses,” ungkapnya.
Kebetulan, almarhumah ini juga masih dalam satu rombongan dengan saudara sepupu istrinya. Ia mengaku mendapat kabar duka pada Kamis (20/3/2025) pukul 19.30 WIB malam. Kebetulan, suami istri merupakan adik sepupu Umar berada dalam satu rombongan travel dengan almarhumah Eny Soedarwati.
“Saya dapat kabar dari saudara sepupu saya, bahwa istri saudara sepupu saya yang jadi dokter di RSIM Sumberrejo itu meninggal dunia, setengah jam kemudian saya dapat kabar lagi kalau Bu Eny juga meninggal dunia,” katanya.
Dari informasi yang ia terima, awalnya rombongan bus dalam perjalanan dari Madinah menuju ke Mekah. Di tengah perjalanan terjadi tabrakan dengan sejenis truk. Bus yang ditumpangi Eny Soedarwati ini kemudian terguling dan terbakar hebat.
“Kami keluarga besar PKB dan DPRD Bojonegoro sangat kehilangan, kami sangat berduka atas kepergian almarhumah Eny Soedarwati,” ucap Umar, sapaan akrabnya.
“DPC PKB menghimbau kepada seluruh jajaran DPC dan DPAC untuk melaksanakan Salat Goib untuk Bu Eny dan semua korban,” tambahnya.
Selain Umar, kolega almarhumah lainnya dari partai yang sama, Mustakim menilai Eny adalah sosok tegas dan pejuang politik yang bertanggungjawab. Ia berharap apa yang sudah diperjuangkan oleh almarhumah diterima menjadi amal soleh.
“Kami berduka mendalam, tapi di lain sisi, alhamdulillah PKB Bojonegoro dapat selalu melahirkan pejuang politik perempuan yang hebat, Bu Eny salah satunya,” tutur anggota dewan di Komisi A ini.
Terpisah, rekan Eny di Komisi B, Donny Bayu Setiawan mengungkapkan pula rasa kehilangannya. Ia mengaku mengenal Eny ketika sama-sama di Komisi B DPRD Periode 2024-2029. Ia melihat almarhumah sosok yang baik, rajin dan amanah menjalankan tugas Ke-dewan-an di Komisi B, dan dan punya kemauan belajar yang kuat.
“Kami sama-sama berangkat umrah di Ramadan ini, tapi melalui travel yang berbeda meskipun dengan jadwal yang hampir sama. Sebab jam keberangkatan rombongan kami dengan rombongan beliau dari Madinah ke Mekkah juga hampir bersamaan. saya mendengar berita duka ini sore hari pas baru tiba di mekkah. Saya sangat berduka,” beber Dony melalui pesan Whatsapp dari Arab Saudi. [lus/beq]






